Tampilkan postingan dengan label Nuwun Sewu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nuwun Sewu. Tampilkan semua postingan

Nuwun Sewu


Nuwun Sewu adalah bahasa Jawa, dalam bahasa Indonesia sama dengan Permisi. Nuwun sewu adalah unggah ungguh yang wajib diucapkan tatkala kita berjalan didepan orang yang sedang nimbrung/ngobrol/berkumpul atau masuk rumah orang atau memasuki sebuah kawasan baru. Atau mungkin sahabat blogger punya pandangan lain tentang Nuwun Sewu silahkan di share dikotak komentar ini.

Saya sangat tertarik sekali membuat postingan ini, karena beberapa hari yang lalu, ketika saya ngobrol bersama ayah, ibu dan beberapa saudara lainnya di teras rumah. Pada saat itu ada beberapa anak muda sliweran menaiki sepeda motor lewat depan kami yang sedang asik ngobrol. Padahal jalan yang mereka lalui sempit, entah tanpa ada rasa hormat sedikitpun beberapa pemuda tersebut enak saja lewat, seoalah-olah menganggap kami yang sedang ngobrol adalah batu hehe. "Hadehh, ABG gak punya sopan santun" kata ayah, saya pun tersenyum melihat expresi ayah saat melafalkan kata "ABG".

Malu rasanya ketika ayah mengatakan kalimat ini depan saya "mosok anak muda gak tau sopan santun". Karena saya juga pernah mengalami hal yang demikian, jalan seenaknya tanpa memperhatikan sekelilingnya. Sampai suatu ketika saya pernah di tegur karena naik sepeda motor dikawasan yang padat dengan anak kecil dan tidak turun, padahal sudah ada tanda peringatan "Harap Turun Banyak Anak Kecil", tapi semua saya abaikan. Seorang laki-laki sepuh menegur saya, "Mas tolong matikan mesin sepeda motornya, banyak anak kecil bermain dilingkungan ini". Saya pun malu, muka saya terasa ditampar. Hati saya berkata, kenapa saya melakukan hal bodoh ini, padahal saya sudah tau rambu-rambu yang tertulis didepan gang tadi, "ahhh gendeng aku iki" gumam saya didalm hati.

Andaikan saya menghidupkan mesin secara pelan-pelan dan mengucapkan "nuwun sewu" pada orang-orang sekitar yang sedang duduk di depan gang tadi, semua gak akan jadi begini. Yah, nasi sudah menjadi bubur, toh dari kejadian itu saya mendapatkan sebuah pelajaran yang sangat berarti. Oh ternyata benar dalam setiap kejadian itu pasti akan ada hikmah yang akan didapatkan. Benar kata ayah Afdholul 'ilmu, 'ilmu hal (lebih utamanya ilmu adalah ilmu tata krama/sopan santun). Semoga bermanfaat.

My Profil

Foto saya
Saya lahir, tumbuh, menghabiskan masa ABG di Jember dan sekarang saya mengais rejeki dengan menjadi seorang buruh di sebuah perkebunan di Banyuwangi. Motto dalam hidup saya "Jadikan Hidup Kamu Hari ini Lebih Baik Dari Hari Kemarin"

Post. Terbaru

Followers