Tahu..tahu..kacang..kacang..koran..koran
yang dingin..yang dingin… ☺ ☺ ☺
Pernahkah sahabat netter mendengarkan kata kata tersebut ?, saya bertemu kata kata itu dari sebuah Kereta Api Tawangalun jurusan Banyuwangi – Malang. Sebuah kalimat yang keluar dari beberapa pedagang asongan yang menjajakan jualannya didalam kereta kelas Ekonomi. Dan saya juga baru tau kalau singkatan mereka adalah “PEDAS” alias Pedagang Asongan hehehe.
Apa yang bisa kita ambil hikmah dan pelajarannya dari pedagang asongan ini ?. Yaitu jiwa tanpa menyerah dan putus asa untuk terus hidup. Mereka tidak pernah memaksakan pada para penumpang untuk membeli barang dagangannya, walau terkadang kita sering kecewa saat membeli dagangannya karena tidak sesuai “promosinya”. Setidaknya pedagang ini sudah menjadi suatu pemandangan yang menghiasi didalam sebuah kereta kelas Ekonomi.
Dari beberapa pedagang yang berjualan didalam kereta tersebut, ada seorang penjual koran dan majalah yang sedikit menggelitik para penumpang sehingga membuat sebagian penumpang tersenyum termasuk saya. Begini kata katanya seingat saya “ada bayi di goreng oleh seorang ibu rumah tangga” , “kebakaran tidak bisa dihindari disebuah pabrik tahu”, ini adalah beberapa kalimat yang terekam di otak saya. Setelah saya membolak balik koran tersebut kok berita yang dibilang gak ada. Ternyata bayi yang di goreng oleh seorang ibu rumah tangga tersebut ternyata bayi ikan tongkol nah loh siapa coba yang tidak gak tertawa hehehe.
Setidaknya didalam sebuah kereta api yang penuh dengan penumpang ternyata masih ada canda tawa, dan ternyata kalau hati dalam keadaan senang meski berdiri naik kereta api rasa capekpun gak terasa, meskipun setelah samapai tujuan baru terasa hehe. Nah ayo siapa yang punya pengalaman unik di dalam sebuah kereta api ??


