Tampilkan postingan dengan label Gaul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaul. Tampilkan semua postingan

Cerita ABG Hot

Sumber gambar dari Google

Mohon maaf kalau Anda menyangka atau mengira judul postingan ini adalah sebuah Cerita ABG negatif, yang ada Anda akan tersesat membaca cerita postingan ini, karena cerita ini gak ada hubungannya dengan Cerita ABG negatif sama sekali, hehe. 

Cerita ABG ini bermula ketika saya baru lulus SMA. Saya sudah mempunyai rencana untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu merasakan indahnya kuliah. Menikmati asiknya menyandang sebuah nama Mahasiswa. Tapi namanya rencana tetaplah rencana, semuanya Tuhanlah yang menentukannya. Meski saya lulus test masuk Perguruan Tinggi Negeri, tapi saya tidak bisa memaksakan diri melihat kenyataan ekonomi keluarga yang pas-pasan.

Ahh, kalau mengingatnya bisa brebes mili, 2 pilihan yang sangat sulit, ingin meraih cita-cita, tapi keluarga tak punya biaya. Ya sudah akhirnya sejak itu saya resmi menjadi seorang ABG Pengacara (Pengangguran Banyak Acara) hehehe.

Saya tidak menyerah begitu saja pada nasib. Memasuki bulan Ramadhan saya berinisitif untuk mencari uang sendiri. Yah, mungkin cara yang mudah dan pas bagi saya pada saat itu adalah mencoba merasakan menjadi kuli bangunan. Berpuasa dibawah terik matahari yang sangat menyengat, berjemur dan bergelut dengan material bangunan itu sangat mengesankan dan akan menjadi sebuah kenangan tersendiri bagi saya.

Menjadi kuli bangunan adalah salah satu Cerita ABG dan kenangan yang sangat WOW bagi saya. Pada masa ABG saya sudah banyak mengenyam pengalaman hidup yang pahit, tapi baru saya sadari kalau semua itu adalah ramuan jamu kuat mengarungi lika liku kehidupan.

Cerita ABG ini adalah program PKK (Peduli Kata Kunci) yang diadakan oleh Warung Blogger untuk melawan, menumpas, membasmi (opo maneh) artikel-artikel yang berbau pornografi. Dengan Internet sehat, maka ABG Indonesia akan kreatif dan dijauhkan dari hal-hal yang negatif.



Jangan Sok Gaul !!


Meski laporan deadline Alhamdulillah masih bisa posting dan BeWe, maaf pak Manajer saya kecanduan ngenet hehehe. Oya menurut para netter Bahasa Indonesia itu mempunyai tata krama enggak, seperti bahasa daerah, soalnya semalam saya sangat risih sekali dengan seseorang yang notabennya mahasiswa yang sangat tidak menghormati keduanya. Kenapa saya bisa menyimpulkan seperti itu, bolehlah kita berbincang-bincang sama teman atau sahabat dengan bahasa sehari-hari tapi tolong jangan dicampur dengan bahasa Indonesia.

Kejadian bermula waktu saya sama teman-teman sedang asyik menyeruput kopi disebuah warung dipinggiran kampus. Ada 2 pemuda, dari tampilannya memang gaul, cool dan necislah masuk warung mungkin untuk sekedar nampang atau gimana soalnya saya gak sempat introgasi mereka hehehe. Awalnya saya tidak menghiraukan apa yang mereka bahas, tapi kedengarannya sangat unik. Sedikit saya menggeserkan tempat duduk untuk menguping apa yang mereka bahas, ternyata mereka membahas sebuah permainan game yaitu point blank.

Suasana yang semakin dingin membuat keadaan sekitar kampus semakin lengang, jadi tau sendiri kan jika keadaan sudah lengang sekecil apapun suara pasti bisa terdengar. Lama kelaman saya tersenyum sendiri mendengarkan dialog kedua pemuda tadi itu, bahasanya itu lo bisa dibilang “salbut” alias kocar kacir. Bahasa yang mereka gunakan bahasa gado-gado hehehe, bahasa Indonesia yang dicampur dengan bahasa daerah dan itu kedengarannya kaku. Saya gak mau menyebutkan bahasa daerahnya apa takut SARA.

Mungkin mereka gengsi dengan bahasa sehari-hari mereka, mosok mahasiswa bicaranya bahasa daerah, haddah pemikiran yang sangat sempit. Atau mungkin mereka berfikir dengan mengunakan bahasa Indonesia mereka akan terlihat gaul. Hey pemuda yang sok gaul diseluruh dunia, apa gaul itu sih saya kok sampai sekarang gak mudeng, apa gaul itu harus dibuat-buat dengan mengorbankan pribadi kita yang sesungguhnya alias bohong. Hmmm…gak taulah saya,, tapi saya memang sangat rishi jika ada orang yang “macak” gaul padahal gak tau apa itu gaul sebenarnya. Sok berbahasa Indonesia, padahal bahasa Indonesia itu gak punya tata krama, saya malah sering menggunakan bahasa daerah untuk pergaulan sehari-hari males ngomong bahasa resmi karena lidah saya masih ndeso.

Maaf postingan ini saya tulis karena saya sangat menghormati dan menghargai bahasa Indonesia. Tidak usah memaksakan diri untuk menjadi “gaul” jadilah diri sendiri yang tampil apa adanya. Menggunakan bahasa daerah juga berati ikut melestarikan kebudayaan. Sebuah kalimat yang tepat adalah letakkanlah segala sesuatu pada tempatnya.

My Profil

Foto saya
Saya lahir, tumbuh, menghabiskan masa ABG di Jember dan sekarang saya mengais rejeki dengan menjadi seorang buruh di sebuah perkebunan di Banyuwangi. Motto dalam hidup saya "Jadikan Hidup Kamu Hari ini Lebih Baik Dari Hari Kemarin"

Post. Terbaru

Followers