Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

GENGSI


Assalamu’alaikum…..Selamat hari Minggu semuanya……☺ ☺ ☺

Oh ya kemarin hari Sabtu 23 Juli 2011 adik saya sudah diwisuda di UNEJ (Universitas Jember), alhamdulillah dia sudah bisa menyelesaikan pendidikannya. Meskipun saya tidak bisa hadir, kumpul² sama keluarga yang lain serta berfoto ria, saya juga merasakan kebahagian mereka.

Mungkin tak terlintas dibenak mereka (sarajana² muda) apa yang akan dilakukan setelah lulus kuliah nanti. Ternyata perkiraan saya meleset, sekumpulan sarjana muda kemarin sedang berembug untuk membuka usaha sendiri, wah salut dah dengan mereka ini. Tapi ada sedikit kekhawatiran pada diri saya yaitu rasa gengsi yang mereka miliki sangat tinggi.

Mempunyai keinginan atau cita² tinggi itu gak masalah tapi mempunyai rasa gengsi yang tinggi itu baru masalah. Saya sempat memancing pertanyaan pada mereka semalam. Seandainya kamu bekerja sebagai sales atau bahkan cleaning service atau apalah itu yang tidak sesuai dengan bidang kamu, apakah kamu mau ? ini pertanyaan yang saya ajukan pada salah satu sarjana muda ini. Jawabannya pun sangat miris sekali, tapi intinya mereka gak mau bekerja kasar, yang menurut mereka kerjaan tersebut tidak sesuai dengan Ilmu yang mereka pelajari selama ini, bahkan ada yang extrim jawabannya karena mereka seorang sarjana. Nah lo gimana kalau sudah begini.

Saya tau pikiran mereka, karena mereka gak pernah merasakan betapa sulitnya mencari pekerjaan yang sesuai kemampuan dan keinginan kita. Saya banyak teman² sarjana yang sukses dengan usaha mereka meski tidak sesuai dengan bidangnya dan resepnya adalah membuang rasa gengsi. Kesuksesan yang sebenarnya menurut saya adalah dimana kita bisa memenuhi kebutuhan kita tanpa harus mengemis pada orang tua, apapun itu pekerjaannya/usahanya yang penting halal, toh masih ada hari esok untuk mencari batu loncatan yang lebih baik.

Pesanku untuk sarajana² muda dan calon² sarjana buanglah rasa gengsimu, janganlah kalian mengira kesuksesan itu bisa diraih tanpa pengorbanan dan bahkan dengan pangku tangan apalagi mengandalkan ijazah sarjana. Masih banyak orang² sukses diluar sana yang notabennya mereka merintis usaha bemodalkan ijazah SMA bahkan SMP dan mereka bisa melanjutkan kuliah dengan kucuran keringat sendiri. Kunci dari semua itu adalah membuang rasa gengsi jauh².

Wah serius amat nih sepertinya postingannya hehehe,,,semoga bermanfaat ☺ ☺ ☺

Jangan Sok Gaul !!


Meski laporan deadline Alhamdulillah masih bisa posting dan BeWe, maaf pak Manajer saya kecanduan ngenet hehehe. Oya menurut para netter Bahasa Indonesia itu mempunyai tata krama enggak, seperti bahasa daerah, soalnya semalam saya sangat risih sekali dengan seseorang yang notabennya mahasiswa yang sangat tidak menghormati keduanya. Kenapa saya bisa menyimpulkan seperti itu, bolehlah kita berbincang-bincang sama teman atau sahabat dengan bahasa sehari-hari tapi tolong jangan dicampur dengan bahasa Indonesia.

Kejadian bermula waktu saya sama teman-teman sedang asyik menyeruput kopi disebuah warung dipinggiran kampus. Ada 2 pemuda, dari tampilannya memang gaul, cool dan necislah masuk warung mungkin untuk sekedar nampang atau gimana soalnya saya gak sempat introgasi mereka hehehe. Awalnya saya tidak menghiraukan apa yang mereka bahas, tapi kedengarannya sangat unik. Sedikit saya menggeserkan tempat duduk untuk menguping apa yang mereka bahas, ternyata mereka membahas sebuah permainan game yaitu point blank.

Suasana yang semakin dingin membuat keadaan sekitar kampus semakin lengang, jadi tau sendiri kan jika keadaan sudah lengang sekecil apapun suara pasti bisa terdengar. Lama kelaman saya tersenyum sendiri mendengarkan dialog kedua pemuda tadi itu, bahasanya itu lo bisa dibilang “salbut” alias kocar kacir. Bahasa yang mereka gunakan bahasa gado-gado hehehe, bahasa Indonesia yang dicampur dengan bahasa daerah dan itu kedengarannya kaku. Saya gak mau menyebutkan bahasa daerahnya apa takut SARA.

Mungkin mereka gengsi dengan bahasa sehari-hari mereka, mosok mahasiswa bicaranya bahasa daerah, haddah pemikiran yang sangat sempit. Atau mungkin mereka berfikir dengan mengunakan bahasa Indonesia mereka akan terlihat gaul. Hey pemuda yang sok gaul diseluruh dunia, apa gaul itu sih saya kok sampai sekarang gak mudeng, apa gaul itu harus dibuat-buat dengan mengorbankan pribadi kita yang sesungguhnya alias bohong. Hmmm…gak taulah saya,, tapi saya memang sangat rishi jika ada orang yang “macak” gaul padahal gak tau apa itu gaul sebenarnya. Sok berbahasa Indonesia, padahal bahasa Indonesia itu gak punya tata krama, saya malah sering menggunakan bahasa daerah untuk pergaulan sehari-hari males ngomong bahasa resmi karena lidah saya masih ndeso.

Maaf postingan ini saya tulis karena saya sangat menghormati dan menghargai bahasa Indonesia. Tidak usah memaksakan diri untuk menjadi “gaul” jadilah diri sendiri yang tampil apa adanya. Menggunakan bahasa daerah juga berati ikut melestarikan kebudayaan. Sebuah kalimat yang tepat adalah letakkanlah segala sesuatu pada tempatnya.

My Profil

Foto saya
Saya lahir, tumbuh, menghabiskan masa ABG di Jember dan sekarang saya mengais rejeki dengan menjadi seorang buruh di sebuah perkebunan di Banyuwangi. Motto dalam hidup saya "Jadikan Hidup Kamu Hari ini Lebih Baik Dari Hari Kemarin"

Post. Terbaru

Followers