Do'a si Tukang Sate


Liburan sekolah akhirnya usai sudah saatnya kembali ke sekolah. Tentunya persiapan putra dan putri para sahabat netter sudah lengkap kan hehehe. Semalam saya di “todong” ponakan² kecilku yang rata² masih SD (Sekolah Dasar), sudah menjadi tradisi setiap ajaran baru kami selalu memberikan beberapa hadiah seperti alat tulis dan buku kepada sang penerus keluarga hehe.

Ada kejadian unik disela sela perjalanan kami mau pulang, sengaja kami berhenti disebuah warung sate. Biasanya warung sate itu rame pengunjung, kenapa akhir akhir ini warung sate itu terlihat sepi dan lengang entah apa penyebabnya. Biasa saya paling gak bisa menyimpan uneg² yang menimbulkan rasa ingin tahu, saya berbincang² dengan penjual….SY(Saya) PS(Penjual Sate).

SY : Kenapa warung satenya sepi sekarang Pak ?
PS : Biasalah mas dagangan ya begini, kadang rame kadang sepi..
SY : Tapi akhir² ini warung ini memang kelihatan sepi lo Pak, setiap saya pulang kan mesti lewat sini hehehe
PS : Iya nih Mas,,mungkin orang² sudah pada bosen makan sate mas (dengan wajah yang agak cemberut)
SY : Lah kok bisa begitu Pak ?? dengan semangat saya bertanya….
PS : Iya wong hampir setiap hari orang² sudah makan sate kok Mas
SY : Dimana Pak ???
PS : Yaa dikondangan Mas, semoga saja orang punya hajat mulai reda Mas,,hehehe (sambil tersenyum) biar sate saya kembali normal hehehe…
SY : hehehe…bener juga tuh Pak

Kesimpulan saya,, memang benar bulan ini musim orang “punya gawe/hajat”, sehari saja saya bisa sampai 2 kali kondangan memang harus benar² mengatur keuangan nih. Mulai undangan resmi sampai undangan yang unik hehehe..







Heheh masih ada undangan unik seperti ini,,hayoo siapa yang mau rokok gratis ini,,tenang gak pakek giveaway kok hehehehe....

Dukun Atau Dokter


Alhamdulillah, kata ini yang selalu harus saya latih setiap menyelesaikan sesuatu. Berhubung saya mempunyai banyak waktu luang sekarang karena apa, laporan bulanan sudah berakhir asyikk ☺ ☺ ☺. Oh ya sahabat netter percayakah anda pada pada “dukun” ?? Berbicara tentang dukun pasti anggapan kita adalah dukun santet , wah kalau yang satu ini sudah gak usah dibahas pasti semua tau apaan tuh dukun santet. Stop sampai disini saya gak mau membahas tentang dukun santet yang katanya bisa pelet hehehe maaf mbah dukun.

Pada siang hari Pak Mamat (bukan nama aslinya) sedang kebingunan mondar mandir didepan rumah entah apa yang dicari. Saya introgasi “wonten nopo Pakde ??” (ada apa Pakde). “Saya mau pinjam sepeda motornya dik” jawab dia pada saya. Setelah beberapa menit saya introgasi, akhirnya saya menyerahkan bebek merah pada Pak Mamat. Tapi benak saya masih timbul pertanyaan yang sangat aneh dan rasanya saya harus kembali pada Pak Mamat untuk menanyakan kenapa dan kenapa harus kesana ???

Singkat cerita Pak Mamat ini kebingunan karena putra pertamanya sakit perut makanya dia mau pinjam sepeda motor saya. Yang membuat saya bertanya-tanya kenapa harus ke dukun, kenapa tidak ke dokter saja. Dasar aneh atau mungkin dukun yang dimaksud adalah dokter atau dukun beneran,,hmmmmm tau ah. Kalau mau dibilang gak mampu ya nggak juga sih, Pak Mamat pinjam sepeda motor bukan dia gak punya motor tapi kebetulan sepedanya lagi dibawa oleh putra bungsunya untuk mendaftar sekolah SMA.

Setalah beberapa hari kabar tentang kesehatan putranya sudah tidak terdengar lagi oleh telinga saya, saya mengira mungkin dukun itu berhasil mengobati sakit yang diderita olehnya. Wah hebat juga tuh dukun, tapi perkiraan saya malah meleset ternyata sakitnya tambah parah, akhirnya Pak Mamat luluh dengan adanya masukan-masukan dari para tetangga dan teman temannya akhirnya dia membawa putranya ke dokter dan apa yang terjadi ternyata anaknya kena usus buntu, pantesan dia sering mengeluh sakit pada perut bagian kirinya.

Pelajaran yang saya dapat adalah hari gini masih percaya dukun “syirik atuh mah”, dalam ajaran Islam tidak dilarang manusia untuk berikhtiar, tapi ingat jangan sampai berkeyakinan bahwa si A yang menyembuhkan apalagi sampai memberi kepercayaan sesuatu itu syirik dan sangat di benci oleh Allah. Sebuah kalimat bijak yang saya temukan di dalam Al-Qur’an “Fas aluu ahladzikri” bertanyalah pada orang yang ahli berdzikir artinya orang yang selalu mendekatkan diri padaNya bukan berarti harus Kyai atau ulama’ tapi orang yang secara basyariah (kesehariannya) memang tidak nyleneh. Bahkan ada tafsiran lain tentang kalimat tersebut yaitu bertanyalah pada orang yang ahli berfikir.

Jaman sudah canggih kenapa masih ada saja sebagian masyarakat yang mempercayai hal² seperti itu, padahal setau saya dukun yang benar hanya satu yaitu dukun beranak hehehe dan bahkan kalau si dukunnya sakit masih butuh dokter kok,,semoga kejadian ini menjadi pelajaran dan bermanfaat untuk kita semua…

Award itu beda sama Banner

Alhamdulillah,,asyikk kebagian award juga nih. Yang pertama saya mendapatkanya dari Kang Isro Machfudin dan secara estafet diberikan pula oleh Mas R Indra, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak, karena masih menerima saya sebagi seorang sahabat blogger.



Award yang kedua saya terima dari Kak Acci yang secara diam-diam mereview isi blog saya (yahh jadi GR alias Gak Rumunggso nih hehe), meskipun tidak detail kak Acci mereview Blog Mbulet ini tapi asyik juga, ternyata bukan hanya blog mbulet ini yang direview masih banyak blog lainnya yang lebih top markotop dari blog ini direview oleh Kak Acci hehehe.


Tapi yang ini malah unik ini saya peroleh saat perjalanan menuju pulang kerumah iseng² ambil gambar ehhh ternyata ada banner seorang yang sedang kampanye. Dengan embel yang sangat lucu dan unik mencoba untuk meraup suara untuk mendapatkan sebuah kedudukan yang empuk. Dimana setelah duduk disana pemiliknya bisa tertidur pulas dan mimpi dengan sangat indah sehingga lupa kalau dia duduk diatas janji² yang telah dia berikan pada masyarakat.


Coba kita amati dan kita baca motto yang dipakai untuk kampanye "Tidak Pernah Menyusah kan Rakyat"..jiahhh sangat narsis (kata anak gaul). Semoga itu bukan hanya sekedar motto yang tepampang disebuah banner dipinggir jalan, kasihan saya dan rakyat lainnya.

My Profil

Foto saya
Saya lahir, tumbuh, menghabiskan masa ABG di Jember dan sekarang saya mengais rejeki dengan menjadi seorang buruh di sebuah perkebunan di Banyuwangi. Motto dalam hidup saya "Jadikan Hidup Kamu Hari ini Lebih Baik Dari Hari Kemarin"

Post. Terbaru

Followers