Alhamdulillah, kata ini yang selalu harus saya latih setiap menyelesaikan sesuatu. Berhubung saya mempunyai banyak waktu luang sekarang karena apa, laporan bulanan sudah berakhir asyikk ☺ ☺ ☺. Oh ya sahabat netter percayakah anda pada pada “dukun” ?? Berbicara tentang dukun pasti anggapan kita adalah dukun santet , wah kalau yang satu ini sudah gak usah dibahas pasti semua tau apaan tuh dukun santet. Stop sampai disini saya gak mau membahas tentang dukun santet yang katanya bisa pelet hehehe maaf mbah dukun.
Pada siang hari Pak Mamat (bukan nama aslinya) sedang kebingunan mondar mandir didepan rumah entah apa yang dicari. Saya introgasi “wonten nopo Pakde ??” (ada apa Pakde). “Saya mau pinjam sepeda motornya dik” jawab dia pada saya. Setelah beberapa menit saya introgasi, akhirnya saya menyerahkan bebek merah pada Pak Mamat. Tapi benak saya masih timbul pertanyaan yang sangat aneh dan rasanya saya harus kembali pada Pak Mamat untuk menanyakan kenapa dan kenapa harus kesana ???
Singkat cerita Pak Mamat ini kebingunan karena putra pertamanya sakit perut makanya dia mau pinjam sepeda motor saya. Yang membuat saya bertanya-tanya kenapa harus ke dukun, kenapa tidak ke dokter saja. Dasar aneh atau mungkin dukun yang dimaksud adalah dokter atau dukun beneran,,hmmmmm tau ah. Kalau mau dibilang gak mampu ya nggak juga sih, Pak Mamat pinjam sepeda motor bukan dia gak punya motor tapi kebetulan sepedanya lagi dibawa oleh putra bungsunya untuk mendaftar sekolah SMA.
Setalah beberapa hari kabar tentang kesehatan putranya sudah tidak terdengar lagi oleh telinga saya, saya mengira mungkin dukun itu berhasil mengobati sakit yang diderita olehnya. Wah hebat juga tuh dukun, tapi perkiraan saya malah meleset ternyata sakitnya tambah parah, akhirnya Pak Mamat luluh dengan adanya masukan-masukan dari para tetangga dan teman temannya akhirnya dia membawa putranya ke dokter dan apa yang terjadi ternyata anaknya kena usus buntu, pantesan dia sering mengeluh sakit pada perut bagian kirinya.
Pelajaran yang saya dapat adalah hari gini masih percaya dukun “syirik atuh mah”, dalam ajaran Islam tidak dilarang manusia untuk berikhtiar, tapi ingat jangan sampai berkeyakinan bahwa si A yang menyembuhkan apalagi sampai memberi kepercayaan sesuatu itu syirik dan sangat di benci oleh Allah. Sebuah kalimat bijak yang saya temukan di dalam Al-Qur’an “Fas aluu ahladzikri” bertanyalah pada orang yang ahli berdzikir artinya orang yang selalu mendekatkan diri padaNya bukan berarti harus Kyai atau ulama’ tapi orang yang secara basyariah (kesehariannya) memang tidak nyleneh. Bahkan ada tafsiran lain tentang kalimat tersebut yaitu bertanyalah pada orang yang ahli berfikir.
Jaman sudah canggih kenapa masih ada saja sebagian masyarakat yang mempercayai hal² seperti itu, padahal setau saya dukun yang benar hanya satu yaitu dukun beranak hehehe dan bahkan kalau si dukunnya sakit masih butuh dokter kok,,semoga kejadian ini menjadi pelajaran dan bermanfaat untuk kita semua…

