Mempunyai halaman rumah yang luas adalah dambaan semua orang. Mungkin halaman tersebut bisa dibuat parkir mobil atau taman bermain anak anak. Tidak halnya di tempat rumah dinas saya, setiap rumah mempunyai halaman yang lumayan luas, tapi bukan untuk digunakan sebagai fasilitas parkir atau lainnya melainkan untuk menanam palawija dan sayur mayur. Tempat itu bernama karang kitri.
Awalnya saya gumun (terkejut), kenapa halaman rumah harus diberi tanaman sayur mayur, kan gak asik untuk dipandang, biasanya halaman rumah itu berhiaskan bunga, eh ndak ini malah ditanami sayur mayur kok lucu sih hehe. Namun, setelah beberapa lama saya beradaptasi dengan keadaan seperti ini ternyata asik juga lo, selain menambah rindangnya halaman rumah, dengan adanya karang kitri setidaknya ada tanggung jawab yang harus diemban (biuh bahasane hehehe) oleh penghuni rumah dinas tersebut.
Contoh nyata yang saya rasakan, akhir akhir ini saya jarang sekali berolah raga, biasanya tiap hari istiqomah main bola, tapi semenjak kaki sebelah kanan saya ada masalah, saya mengurangi aktifitas bermain bola dan menggantinya dengan mencangkul halaman rumah lumayan berjeringat sih, bahkan rasanya lebih berat macul sama main bola hehe. Karang kitri sendiri dibagi menjadi dua, ada yang khusus milik pribadi ada juga yang kepemilkan dan kepengurusannya milik bersama alias berkelompok, tiap tiap kelompok beranggotakan 3 orang.
Mungkin kalau hanya mengurus karang kitri pribadi saya sih oke oke aja, nah masalahnya dimana, tunggu dulu sebentar saya harus memulainya pelan pelan. Masalahnya saya juga punya jadwal piket dikarang kitri umum, coba bayangkan dari 5 kelompok yang beranggotakan 15 orang, hanya saya yang laki laki, hadehhh betapa apesnya diriku ini hehe, rasanya saya pingin cepat cepat bawa UMI {awas jangan di klik} kesini supaya bisa menggantikan posisi saya hahaha. Makanya tak jarang saya sering berbuat curang dikala ada jadwal piket xixixixi, terkadang saya hanya bisa menonton dari balik tirai kamar dan melihat ibu ibu yang sedang asik piket sambil rasan rasan hehehe.
Skip dulu masalah jadwal piket tersebut, sekarang sayur mayur didepan rumah sudah saatnya panen, ada terong, timun, sawi dan cabe, lumayanlah bisa buat oleh-oleh ntar kalau pas mudik ke Jember. Baru saya sadari, ternyata saya bisa juga bercocok tanam sayur mayur. Hayooo sipa nih yang mau pesen hi hi hi.





