Hidup itu Berusaha

Saya pernah menulis status di FB “Jangan sampai alasan ekonomi segala cara dihalalkan untuk memenuhi kebutuhan”. Status ini mengingatkan saya, saat saya masih menjadi “satpam dunia maya” alias “operator” disebuah warnet dikawasan Kampus UNEJ Jember. “Mencari duit yang haram aja itu susah Mas, apalagi yang halal”.

Mendengar kata² itu hati ini rasanya sangat iba, apalagi yang mengatakan adalah seorang gadis berparas cantik dan berpendidikan. Cerita yang lain pernah saya tulis diblog ini juga (disini). Tidak semuanya para kupu kupu malam itu sadar akan masa depannya kelak. Contohnya si Fulanah ini (bukan nama aslinya), dia datang setiap malam ke Warnet dimana tempat saya bekerja. Suatu malam dia merengek² memohon bantuan kepada saya dan temanku untuk meminjami uang.

Fulanah : Mas boleh pinjam uangnya gak nih ?
Saya : Berapa ?
Fulanah : 200 ribu ?
Saya : Buat apa uang sebanyak itu ?
Fulanah : Ibu sedang sakit Mas dan sekarang job lagi sepi
Saya : Job ??? Hmm, memang kamu punya jaminan apa buat bayar hutang, soalnya ini bukan uangku, tapi uang KAS warnet.
Dia menjulurkan sebuah STNK, akhirnya kami sepakat untuk meminjami dia uang.

Sekali dua kali si Fulanah ini sportif, tapi setelah beberapa kali dia mulai berkelit, dengan alasan tidak punya uang, dan STNK yang dulu tetap di jadikan jaminan. Beberapa bulan dia tidak muncul ke warnet, bukan hanya saya yang resah, teman² operator lain yang jadi korbannya juga ikut resah. Masalahnya uang yang dihutangkan adalah uang KAS warnet.

Fulanah ini memang terkenal dengan sebutan “ayam kampus” oleh sebagian teman²nya yang sekelas dengan dia. Malam minggu entah tanggal berapa saya lupa tahun 2008, Fulanah muncul di warnet, seolah tak punya masalah dia senyum² pada saya dan teman saya.
Fulanah : Mas maaf ya, saya masih belum bisa bayar hutangnya
Saya : Trus kapan kamu mau bayar, saya gak enak sama Bos, ini aja kami patungan untuk menutupi KAS


Dia memberikan opsi yang sangat memilukan “bagaimana kalau saya bayar dengan tubuh saya, sampean bisa bergantian menikmati tubuh saya” seketika saya dan teman saya gak bisa ngomong. Edan arek iki, gumamku. Mungkin karena dia sedang frustasi karena sang Ibu tidak kunjung sembuh. Akhirnya kami memutuskan untuk memotong gaji kami untuk menutupi KAS warnet. Setelah diselidiki ternyata bukan hanya tempat saya juga yang kecolongan disiang bolong, warnet sebelah malah lebih besar dan salah satau operatornya sempat melakukan hal yang tak senonoh dengan Fulanah “nau’zdubillah”. Mulai kejadian itu Fulanah gak pernah muncul atau sliweran didepan warnet dia seolah menghilang entah kemana.

Hikmahnya, seberapa besar ujian yang diberikan Tuhan, janganlah menggantungkan harga diri, uang dan kedudukan itu bukanlah hal yang sangat penting dikehidupan ini. Harga diri itu bukan uang atau kedudukan, karena uang dan kedudukan hanya bersifat fana. Ada sebuah pepatah “jika baju kau jadikan harga diri, jika dia lusuh, robek dan rusak, maka rusak pulalah harga dirimu, tapi jika harga diri kau jadikan baju maka kau akan selamat dan bersahaja”. Tuhan tidak akan memberikan ujian dan cobaan melebihi kapasitas kemampuan makhluk Nya. Berusahalah dengan jalan yang benar, pasti disitu akan ada jalan keluar, karena hidup itu adalah perjuangan. Semoga bermanfaat




“M Sofyan Sy berpartisipasi dalam ‘Saweran Kecebong 3 Warna’ yang didalangi oleh Jeng Soes-Jeng Dewi-Jeng Nia”.
Disponsori oleh : "Jeng Anggie, Desa Boneka, Kios108"

71 komentar:

  1. Saya setuju dgn pendapat kang sofyan,jgn krn harta harga diri menjadi taruhan nya.
    Harta hny titipan dr sang pencipta.
    Namun tidak sedikit di luar sana yg menjadi budak harta,dan rela melakukan apa saja demi harta

    BalasHapus
  2. OMG...ternyata daging dua inci itu "murah" sekali...bagusnya sampeyan gak tergoda dengan daging surga neraka itu kang. [thumb]

    BalasHapus
  3. @Suratman Adi Benar Mas, saat ini seakan² menjadi Tuhan, gak berharta gak bisa berbuat apa², na'udzubillah

    terima kasih Mas

    BalasHapus
  4. Wew.. hebat..!! Salut dengan Kang SOFYAN yang tersesat di jalan yang benar, haha..

    BalasHapus
  5. @dieAlhamdulillah itu berkat do'a para Guru dan Orang tua Om Aldy

    Matur nuwon Om..

    BalasHapus
  6. Asstagfirullah, ada yang seperti itu ya kang?

    BalasHapus
  7. @MasbroApane hebat Mas, aku ngeri melihat kayak gitu, kasihan para orang tuanya yang berusaha untuk mensukseskan anaknya

    BalasHapus
  8. @Lidya - Mama PascalSaya ndak mau menutup mata Mbak, hal seprti itu bukanlah hal baru didunia ini, cuman sakeng banyaknya pemerintah sudah bosen meliriknya,,

    BalasHapus
  9. miris sekali yaa mas, mereka2 yang menjual harga diri mereka dengan gampangnya.. semoga Allah selalu memberikan hidayah untuk kita, biar kita selalu ada di dalam jalan yang di ridhoi Nya :)

    BalasHapus
  10. ngeri ya Kang jika terbelit masalah seperti itu jalan keluarnya. Ohya kalo ndak salah dalam postingan sampean, dia punya anak kan sekarang ? entah postingan sampean ato Kang Lozz,

    BalasHapus
  11. astaghfirullah..
    alhamdulillah.... tidak terjerumus pada hal yang tidak senonoh.
    kok bisa ya, memangnya itu saja jalan yg ia punya? lbh baik bayar dengan hasil penjualan motor daripada harga diri dan kehormatan :(
    salam

    BalasHapus
  12. Jawabannya.... lugas dan cepat. Yang begini lebih baik ga usah diurusin, deh.

    BalasHapus
  13. Semoga sukses di kontes ini ya...

    BalasHapus
  14. org gila~
    sampe garuk" kepala,,, cewek kok kaya' gituuu~ ngeriiii

    sukses buat GAnya :D

    BalasHapus
  15. Kalo sudah begini siapa yg disalahkan?? Mereka yg tidak mau berusaha di jalan yg benar, atau negara yg tak punya banyak lapangan kerja dan melambungnya harga2??? Entahlah.... semoga kita dijauhkan dari perbuatan seperti itu. Amiiin :)

    BalasHapus
  16. ya ampyunnn...smpe segitunya yach gadis itu menjual harga dirinya.....miris sekali mendengarnya...smoga beliau skrang sdh sadar dan kembali kejalan yg benar....

    terimakasih kang sofyan atas partisipasinya...sdh tercatat sbg peserta....

    BalasHapus
  17. Saleum,
    Zaman sekarang kan sudah edan, apa saja asal menghasilkan duit akan dikerjakan, peduli se**n dengan moral dan harga diri.
    Kisah diatas sebuah pelajaran yang penting untuk belajar membangun keimanan kita dalam berpakaian muslimin.

    BalasHapus
  18. dah sering dengar 'kasus' demikian tapi langsung ketemu sang 'tokoh' atau sekedar kenal sepintas...belum pernah. Miris dan memprihatinkan ketika uang sdh membuat orang bisa melakukan segala cara kayak gitu..semoga kita selalu dibimbing meniti jalan yg di sukai ALLah SWT

    BalasHapus
  19. Innalillahi, semoga kita terhindarkan dari hal yg semacam itu ya Sof..

    Gudlak ngontesnya ;)

    BalasHapus
  20. multi kompleks banget masalah kupu2 malam tuh kang, penawaran banyak karena permintaan juga banyak,semoga kita bisa bikin lapangan kerja yang banyak biar bisa nyelamatkan banyak orang dari bisnis lendir ginian kang.

    succez buat kecebongnya kang ^^

    BalasHapus
  21. masya Allah....na'uzdubillah...miris kang baca cerita di atas.
    Setuju kalo hidup adalah perjuangan n iman sebagai kendaraannya. Jgn sampai roda iman kita mengarah ke kubangan ato jln g benar.

    Btw byk cewek ayam kampus, tp byk juga pria berduit yg menganggap bahwa harta n tahta bs membeli harga diri wanita, anehnya penolakan kita dianggap suatu keangkuhan diri. *samasama menyebalkan

    yawda moga sukses.....

    BalasHapus
  22. hem hem..hebat kok gak trgoda y..hidup sofyan..

    BalasHapus
  23. Hwii.. sampe segitunya. serem euiy..
    Biar kepepet ato gak, yg namanya dosa ya dosa ya Kang. Salut buat kang Sofyan dan teman-teman..

    BalasHapus
  24. Innalillahi... moga fulanah segera insyaf.

    BalasHapus
  25. Selalu dahulukan Allah untuk apa yang ingin kita perbuat :D

    BalasHapus
  26. sampe segitunya ya..semoga kita terhindar dari yg demikian..bantuan Allah itu sangat dekat koq, asal mau meminta.

    BalasHapus
  27. Naudzubillah, semoga Allah memelihara kita dan keturunan kita dari hal-hal seperti itu. amiin..

    Makasih Sof, maaf baru sempat berkunjung. Udah dicatat sebagai peserta :)

    BalasHapus
  28. waduh, segitu amat ya. kan mestinya ada cara lain utk mengobati bundanya. kalo gak pinjem sama sodara gitu. atau coba cari kerja sambilan misalnya jadi penjaga toko.

    BalasHapus
  29. bener tu mas,.., sapa tau Allaah punya rencana lain yg lebih baik dibalik penderitaan kita...

    BalasHapus
  30. ada banyak fulanah2 yg lain didunia ini ya kang n ironisnya mereka punya alasan yang relatif sama...btw nice share :)

    BalasHapus
  31. Ya Allah murah sekali harga dirinya... nggak malu ya.. kasihan sekali dia...

    aku suka dgn posting ini Sofyan, makasih ya,... semoga semakin banyak saudara saudari kita yg lebih menghargai dirinya sendiri dgn tetap rendah hati...

    sukses kontesnya Sofyan... :-)

    BalasHapus
  32. Om Sofyan, ayam kampus apaan siiih? Vania taunya ayam goreng... :-D

    BalasHapus
  33. Lika liku satpam dunia maya ceritane yo kang

    sukses acara sawerane Kang

    BalasHapus
  34. astagfirullah...
    ngeri bener dunia skg.

    kayak norma kesopanan dah almarhum ja. naudzubillah..

    BalasHapus
  35. ngeri .. sdh separah itukah ...

    BalasHapus
  36. Heee, horor tenan mas...
    Ayam kampus itu mahasiswi yang jadi gitu-gitu? Serem...

    BalasHapus
  37. Lah , usaha saya buat berkomentar di sini ternyata gagal ya
    tapi itulah hidup harus berusaha kembali untuk bisa sukses

    betul tidak ya, semoga tidak terulang kegagalan berkomentarnya

    BalasHapus
  38. @dhenok habibieAmin,,jangan salahkan nasib atau takdir tapi pikirkan bagaimana kita bisa merubah takdir itu

    Terima Kasih Dhe

    BalasHapus
  39. @Djangan PakiesIya Ust, dulu pernah diposting disni juga kok

    BalasHapus
  40. @tunsaNtahlah Mas,,mungkin sepedenya juga dapat pinjam hehehe

    BalasHapus
  41. @jiah al jafaraIya sehat pasti berusaha dengan jangan yang benar,,

    Makasih Jiah...

    BalasHapus
  42. @Tarry KittyHolicHehe, semoga gak ada yang disalahkan Mbak biar negeri ini damai

    BalasHapus
  43. @dmilanoSemoga bisa diambil hikmahnya bang

    Saleum

    BalasHapus
  44. @OrinAmin.,terima kasih Kak Orin :)

    BalasHapus
  45. @OEN-OENBisnis Lendir ?? Amin,,

    Terima Kasih Mas Uun

    BalasHapus
  46. @iffa hoetTerima Kasih Kak, semoga moral bangsa ini segera pulih Kak

    BalasHapus
  47. @bopfive5Alhamdulillah do'a para Guru dan Orang tua masih manjur Mas

    BalasHapus
  48. @armaeBenar ada atau tidak ada jlan seprti ini salah Kak

    Terima Kasih kak

    BalasHapus
  49. @ketty husnia"bantuan Allah itu sangat dekat koq, asal mau meminta" sip banget ini Mbak

    BalasHapus
  50. @Sang Cerpenis berceritaMungkin ini yang namanya "mati gaya" Kak

    BalasHapus
  51. @syahruramadhaniIya,,Rencana Allah itu lebih indah dari yang kita rencanakan

    BalasHapus
  52. @Aulawi AhmadSemoga para "fulanah²" itu segera insyaf dan sadar Mas

    BalasHapus
  53. @Vania AnanditaHehe, ayam kampus itu ayam yang hidup di daerah kampus sayang hehe

    BalasHapus
  54. @Lozz AkbarPengalaman dadi satpam dunia maya ditempat yang ramai ini Uncle

    BalasHapus
  55. @AccilongSemoga saja norma² itu masih hidup Kak Acci

    BalasHapus
  56. @UnaHehehe gitu² gimana Una :D

    BalasHapus
  57. @Citro MduroUntungnya sekarang sudah tidak gagal lagi Cak hehe

    BalasHapus
  58. Kang, maap Mak Cebong 3 baru datang. Tadi kejebak banjir, ojegnya mogok hehehe

    YA Allah, semoga si Fulanah cpat insyaf yah. Setuju Kang, harga diri jangan diperjual belikan. Lagipula Allah pasti memberi jalan dan melimpahkan rezeki kepada hamba-Nya yang mau berusaha. Itu pasti!

    Thanks Kang udah ngeramein acaranya Mak Cebong. Pengumumannya tanggal 2. Kalo mo ngintip hadiahnya udah kami pajang di blog Mak Cebongs :-)

    BalasHapus
  59. kalo ayam nya masih SMA,,pantasnya di panggil apa'an ya ????

    BalasHapus
  60. hiyaaaa..... miris saya :(
    tapi mungkin memang adanya cuma tubuhnya yang bisa ditawarkan?
    etapi, kenapa tidak menawari dia u/ bersih2 misalnya? sampai utangnya impas?
    disini pernah ada yang ngutang, memang sih dia bukan ayam kampus, tapi begitu saya buat dia mbayar utangnya, setiap pagi dia datang menyapu, sampai utangnya lunas.
    memang saya tidak dapat uang kembali, tapi setidaknya karyawan jadi seneng agak diringankan pekerjaannya hehehe

    semoga sukses kontesnya ya mas Sofyan :)

    BalasHapus

My Profil

Foto saya
Saya lahir, tumbuh, menghabiskan masa ABG di Jember dan sekarang saya mengais rejeki dengan menjadi seorang buruh di sebuah perkebunan di Banyuwangi. Motto dalam hidup saya "Jadikan Hidup Kamu Hari ini Lebih Baik Dari Hari Kemarin"

Post. Terbaru

Followers