[Malam] Jum'at


Malam Jum'at, banyak sekali orang yang mengkultuskan bahwa malam Jum'at adalah malam yang keramat. Konon katanya sih, banyak orang kumat dan para hantu pada bergentayangan hehehe. Apalagi kalau malam Jum'at Legi atau malam Jum'at Kliwon wuihh pasti deh kedengarannya serem, bayangkan saja film-film produksi negeri ini kerap sekali membuat film bertemakan malam Jum'at. Dulu pas saya masih kecil Ma'e selalu melarang saya keluar malam-malam pada malam Jum'at, di khawatirkan saya diculik  wewe gombel (kata jaman sekarang kuntilanak) atau takut kesambet (kesurupan), hmm betapa cintanya Emak pada saya hehehe.

Lain halnya pas saya di pesantren, malam Jum'at adalah malam yang sangat menyenangkan bagi para santri dan santriwati, karena malam Jum'at semua aktivitas pesantren libur, yang ada hanya do'a bersama yang diakhiri makan bersama. Hidangan dari ndalem rumah Kyai melimpah ruah sampai para santri keteteran mau menyantap yang mana. Soalnya hidangan yang tersedia sangat beraneka ragam, mulai dari tempe sampai sate semua ada. Tapi, yang paling membuat bahagia adalah, dipagi hari (hari Jum'at) bisa tidur sepuasnya.

Tidak hanya malam Jum'at aja yang dianggap keramat, hari Jum'atnya pun lebih keramat lagi. Bayangkan saja sewaktu saya masih sekolah, bel pulang sekolah berbunyi lebih awal, yang biasanya pulang jam 14.00 WIB menjadi lebih awal yaitu jam 11.00 WIB, wuih memang sangat keramat nih hari Jum'at hehehe. Pada hari Jum'at makam ramai dikunjungi para peziarah dan yang lebih kentara lagi masjid pada ramai sampai-sampai hampir tidak muat, karena orang-orang muslim pada sholat Jum'at berjama'ah. Hmm coba hari-hari biasa masjidnya malah sepi kayak lapangan footsall hehehe, mungkin yang sholat berjama'ah bisa dihitung dengan jari, itu membuktikan kalau hari Jum'at memang keramat.

Sebenarnya malam dan hari Jum'at tidak keramat, banyak sekali fadhilah-fadhilah yang ada pada hari itu. Contohnya bersuci, membaca Al-Qur'an, bersholawat, dan masih banyak sekali ibadah-ibadah yang lainnya. Itulah sedikit nalar saya mengenai malam Jum'at dan hari Jum'at. Selamat bermalam Jum'at semuanya, selamat menikmati fadhilah-fadhilah yang ada didalamnya dan semoga ampunan_Nya selalu menyertai kita semua #AMIN. 

Saya Memanggilnya Ma'e

Gambar dari google

Setiap tanggal 22 Desember Negeri ini selalu memperingati Hari Ibu. Subhanallah, betapa hebatnya Negeri ini, begitu, amat, sangat menghormati makhluk yang bernama wanita terutama Ibu. Beberapa hari yang lalu saya sempat protes pada seorang teman di Facebook. Dia menawarkan nomor handphone cantik pada saya dan beberapa produk yang berembel-embel cantik. Dalam hati saya ada rasa tidak terima, kenapa harus cantik, kenapa tidak ganteng atau tampan saja ?. Ternyata, kalau nomor tampan atau ganteng rasanya kurang pas dan tidak akan menarik para pembeli #hasil perenungan di ruang tamu.

Ah,,sudahlah. Hmm jadi ingat dan kangen sama Emak dirumah nih, kira-kira apa yang akan saya berikan pada Emak dirumah nanti ya ?.

Pangilan akrab Emak sehari-hari dirumah adalah Ma'e. Kalau ingat Ma'e, pasti ingat akan masakan beliau, terutama tempe goreng. Tapi  akhir-akhir ini sudah hampir 8 tahun saya jarang berada dekat bersama beliau. Paling bisa kumpul pas lebaran dan hari libur kerja saja. Setiap saya pulang Ma'e tau apa menu kesukaan saya, tempe goreng dan sop. Makanan sederhana, tapi penuh dengan gizi serta membuat saya menjadi kecanduan dibuatnya. Tempe goreng buatan Ma'e rasanya beda lo sama tempe yang digoreng orang lain, entah kenapa, apa Ma'e menggorengnya dengan penuh persaaan cinta ya ? hehehe.

Foto jadul dan rusak, pas foto tangan saya masih memegang erat tempe goreng 

Bahkan ada hal unik yang sampai saat ini masih melekat dalam benak saya dan terabadikan dalam sebuah foto. Dimana waktu itu saya diajak berfoto sama Ma'e dan Kakak, tapi saya menolak dan menangis. Tak kalah akal Ma'e menyogok saya dengan 1 buah tempe goreng, dan akhirnya saya mau juga di foto hehehe. Makanya sampai saat ini saya sangat mencintai tempe,     I love Tempe.

Selamat Hari Ibu Ma'e, terima kasih atas jasa-jasamu yang telah merawat dan mendidikku. Tak banyak yang bisa saya berikan padamu Ma'e, mungkin untaian do'a yang selalu saya panjatkan dan saya sisipkan dalam setiap sujudku masih belum bisa menggantikan jasa-jasamu selama ini. Semoga Allah memberikan yang terbaik buat Ma'e. Emak I Lop U.

Jare Sopo [12-12-2012]



Sumber gambar google

 Sekarang tepat tanggal 12-12-2012, banyak sekali prediksi, ramalan dan bahkan kepastian yang dituduhkan pada hari ini akan terjadi "KIAMAT", wowwww hebat. Ada yang lebih unik lagi, karena saking keramatnya hari ini [12-12-2012], sampai ada filmnya yang bercerita tentang gambaran yang akan terjadi pada hari ini. Padahal KIAMAT itu sendiri dibagi menjadi dua, ada KIAMAT KECIL (Ashgor/Sugro) dan KIAMAT BESAR (Kubro).

Nyatanya hari ini masih tetap sama seperti hari kemarin, matahari masih istiqomah terbit dari timur dan langitpun masih tetap berada diatas menjadi atap bumi ini. Kejadian ini kembali mengingatkan saya pada sebuah kata "KEYAKINAN" yang pernah diajarakn oleh guru spiritual saya, beliau bernama KH. Hasan Basri. Keyakinan itu dibagi beberapa bagian dan semua sudah tercantum dalam kitab suci Al-Qur'an. 'Ilmal Yaqin [Keyakinan yang berdasarkan ilmu pengetahuan], 'Ainal Yakin [Keyakinan karena sudah mengalami kejadian dengan melihat dan merasakannya sendiri] dan yang terakhir adalah Haqqul Yakin [Keyakinan bathinah terhadap Tuhan]

Kanapa harus berangan-angan/menebak-nebak hal belum punya dasar keyakinan yang kuat, mendingan berlomba-lomba mengumpulkan amal kebajikan buat bekal kelak di akhirat itu lebih baik dan jos. Kapapun KIAMAT-nya asalkan bekal buat akhirat sudah cukup kenapa harus takut, kan lumayan andaikan KIAMAT itu terjadi ada yang bisa diandalkan. Ah biarkan mereka berfikir yang aneh-aneh tentang hari ini [12-12-2012] yang pasti hari ini Umi sudah kembali kerumah hehehe.

Jadi,.. jare sopo saiki [12-12-2012] KIAMAT, so jangan mettao lah. Have nice day, may happiness be with you all # AMIN.

Sebulan yang lalu

"Dan di antara ayat-ayat_Nya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya dan di jadikan_Nya diantaramu mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. {QS. Ar-Ruum : 21}"

Mojokerto, 27 Oktober 2012
Akhirnya hari bahagia itu datang juga. Sebulan yang lalu saya menikah, tapi laporannya baru bisa saya posting disini hari ini, hehe. Banyak aktifitas baru yang harus saya lakukan, maklum saya langsung boyongan ke Banyuwangi untuk melakukan aktifitas kerja seperti biasanya, karena masa cuti saya sudah NIHIL hehe. 

Menikah itu indah, menikah itu nikmat, menikah itu kaya dan menikah itu ibadah. Menikah bukan hanya untuk sekedar melampiaskan hasrat nafsu yang ada pada diri, tapi menikah adalah tentang sebuah kebersamaan, dalam suka dan duka dalam mengarungi sebuah kehidupan.

Sahabat blogger, tepat hari ini 27 November 2012, umur pernikahan saya dengan Umi genap berumur 1 bulan. Harapan saya, semoga umur pernikahan yang masih seumur jagung ini bisa tumbuh dan berbuah manis sesuai dengan harapan kami. 



"Tuhan kami, karuniakanlah pada kami dari istri-istri kami dan anak cucu kami yang menyenangkan diri kami dan jadikanlah kami sebagai ikutan bagi orang-orang yang bertaqwa. {QS.AlFurqan 25:74}"

Hallo . . .

 Sumber gambar dari http://almuttaqinjepara.com

WOW !!! Ternyata saya sudah lama gak posting nih. Sampai-sampai ada beberapa sahabat blogger yang bertanya, "apakah sampean sudah pensiun jadi seorang blogger Kang ? hehehe. Saya tidak pensiun Mas, saya masih asik menikmati keindahan, keruwetan dan kesibukan dunia nyata yang memang harus saya jalani dan selesaikan saat ini " balas saya.

Memang tak terasa sudah lama sekali blog ini tak terisi oleh satupun cerita mbulet dari saya, kalau diibaratkan rumah, blog ini seperti rumah yang tak berpenghuni. Banyak sekali hantunya [spam] bergentayangan. Jujur saya terlena dengan kondisi dunia nyata yang sangat mengasikkan, bahkan hampir saja melupakan kalau saya adalah seorang blogger # semoga saya kuat untuk mempertahan gelar itu. Mungkin karena saking lamanya saya gak nulis, saya bingung harus nulis opo, hehehe. Untungnya kemarin, tepatnya tanggal 15 November 2012 saya bisa KopDar dengan Pak Dhe Cholik, Mbak Anazkia Masbro , Mbak Prit , Uncle Lozz [pas malemnya], Si Kelor, serta beberapa blogger Jember lainnya, jadi lumayan ada bahan untuk bisa diposting disini.



Sebenarnya saya sudah 2 kali bertemu dengan Pak Dhe Cholik, pertemuan yang pertama pas acara pernikahan saya di Mojokerto tanggal 27 Oktober 2012. Nah disini Pak Dhe saya buat mumet dan hampir putus asa untuk dapat menghadiri acara itu, tapi alhamdulillah Pak Dhe bisa menemukan tempat dimana acara itu berlangsung. Ma'afkan sikap ngeyel saya Pak Dhe, saya telah merasa benar memberikan sebuah alamat pada njenengan. Saya tidak bermaksud untuk ngeyel atau berbohong, jujur karena saya masih baru 3 kali berkunjung ke rumah Umi, jadi ancer-ancer yang pernah mertua berikan pada saya, saya lanjutkan pada njenengan.

Ahh,,sudahlah, semua sudah terjadi. Pokoknya saya sangat berterima kasih pada semua teman-teman yang masih setia berkunjung kemari meskipun jarang saya isi. Loh kok postingan ini malah nyar ngelanyar [mbalarah] kemana-mana hehehe. Sudah dulu ya, semoga postingan ini menjadi awal sebuah cerita setelah saya melepas status lajang menjadi milik seseorang dan melawan malas yang selalu melekat hehehe. Selamat menikmati hari libur, semoga kesuksesan senantiasa menaungi sahabat blogger semuanya. Oh satu lagi selamat buat pasangan Bulan Sebelas Masbro dan Mbak Prit atas pernikahannya yang sudah genap berumur 1 tahun, semoga makin cinta, makin sayang dan cepat diberikan momongan # Amin.

  


Cerita Lebaran Tahun Ini


Puasa sudah dilewati dan suasana lebaran masih begitu terasa. Bagi saya lebaran itu identik dengan silaturrahmi kesanak saudara, baik yang jauh maupun yang dekat. Apalagi keluarga saya tergolong keluarga besar berencana hehe, kalau saya hitung-hitung, saudara dari nenek ada 7 orang, saudara dari kakek ada 5 orang, sedangkan saudara dari Ibu ada 5 orang, hanya saudara dari ayah yang sedikit hanya 3 orang, itu artinya keluarga saya sudah melanggar anjuran pemerintah yang bemotto “ Dua orang anak lebih baik” hehehe.

Imbasnya pada saya, banyak saudara itu artinya harus siap sedia menyantap makanan dari rumah kerumah yang lainnya. Maklum tradisi seperti ini dalam keluarga besar saya masih kental, barang siapa yang gak makan berarti tidak menghormati sang empunya rumah. Hadehhh,,padahal saya mempunyai masalah dengan pencernakan, jadi jika saya makan lebih dari 3 kali sehari bisa dipastikan badan akan teras lemes dan kadang greges (meriang), aneh banget. Entah kenapa bisa begitu. Dulu pas saya berkonsultasi sama dokter, dokter menyarankan agar belajar membiasakan diri makan 3 kali sehari, seandainya itu tidak bisa, maka ikuti saja apa yang di mau oleh tubuh, yang penting sehat, itu saran dokter buat saya, makanya kenapa saya gak gemuk-gemuk hahaha.

Dengan terpaksa saya mencoba memaksakan diri makan sehari lebih dari 3 kali, dan apa yang terjadi, saya malah wira-wiri keluar masuk kamar kecil alias murus atau bahasa gaulnya diare hehehe. Padahal kalau dipikir mubadzirkan, sudah makan banyak, eh ternyata masih dikeluarkan lagi hehe.

Mungkin kekuatan tubuh setiap manusia dalam menampung makanan itu berbeda-beda. Ada yang harus makan 3 kali sehari biar gak sakit dan sebaliknya, ada yang makan lebih 3 kali sehari bisa sakit, itu saya hehe. Jadi jangan memprioritaskan patokan makan berapa kali sehari sebagai jaminan untuk kesehatan, tapi jadikan makan untuk menjaga kesehatan. Dalam agama Islam sudah jelas sekali diajarkan oleh Rasul SAW, bagaimana tata cara mengisi perut supaya bisa sehat, "Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang".

Selamat menikmati suasana lebaran semuanya, semoga lebaran kali ini bisa menyambung tali silaturrahmi yang hampir terputus dan bisa mempererat persaudaraan menjadi lebih kuat. Minal Aidzin wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Malas


Malas…
Hehe baru nulis sudah diawali dengan kata malas, tapi itulah yang saya rasa saat ini. Memprioritaskan diri untuk menjadi seorang blogger yang seutuhnya itu sangat sulit bagi saya. Apalagi ketika ada sebuah masalah mendadak dalam pekerjaan yang harus diselesaikan secepatnya, semua rencana untuk menulispun menjadi buyar. Sampai bulan Ramadhan mau berakhir blog ini sama sekali tak tersentuh oleh sang penghuninya, kaet mau login buka blog, eh sudah ada tugas mendadak yang tak ada dalam jadwal pekerjaan, mau tidak mau harus saya kerjakan. Dunia nyata adalah prioritas utama saya, karena dari sana saya mengais rejeki, meskipun masih dalam tahap proses belajar mencari penghasilan didunia maya, dunia nyata adalah yang utama.

Malas…
Boro-boro mau BW (Blog Walking), tarawih aja saya bolong-bolong alias ndak istiqomah # Astagfirifullah. Benar-benar bulan Ramadhan yang penuh dengan ujian, kalau saya ingat-ingat Ramadhan kali ini adalah yang paling sulit. Rasanya ini lebih berat dari pemikiran seorang anak kecil yang pas lebaran tidak punya baju baru haha. Tapi untungnya puasanya gak ikut bolong juga # alhamdulillah.

Saat melihat keyboard, saya bigung mau nulis apa, entah gimana jadinya tulisan ini ntar. Tujuan saya hanya untuk berusaha me-nyantaikan otak yang dalam beberapa hari ini terkuras habis memikirkan angka nominal uang yang sangat besar, padahal uang itu tidak ada dan yang paling memegelkan lagi uang itu diembat orang, anehnya kenapa harus saya yang harus memikirkannya, emboh wes haha. Seandainya saja uang itu milik saya, mungkin saya akan mengadakan BukBer di Warung Blogger serta mengadakan mudik gratis untuk teman-teman saya yang sedang pulang kampung keluar kota/propinsi # menghayal hehe.

Syukur…
Masalah yang datang telah merubah saya menjadi seorang pemalas untuk mengisi rumah maya ini. Tapi alhamdulillah semua masalah itu sudah terlewati dengan benar dan tepat, semoga rasa malas itu tak mampir lagi dikemudian hari. Dengan begini liburpun tenang, mudik pun lancar, pokok’e sip wes. Oh ya gimana dengan para sahabat semua sudah pada mudik kah ?.Bagi yang mau mudik hati-hati dijalan semoga selamat sampai tujuan dan pagi yang sudah sampai dikampung halaman, selamat berkumpul bersama keluarga, gunakan itu untuk mempererat tali kasih sayang dan tali silaturrahmi.

MERDEKA !!!
Semoga pekikan ini bisa menjadi penyemangat saya untuk terus menulis lagi supaya interior rumah maya ini semakin berwarna dan indah. Jujur saya akui, saya masih tertatih-tatih dalam menyusun kata-kata, kaku dan terkesan mbulet. Apapun yang yang rasakan saat ini, banyak sekali hikmah yang saya dapat, terutama tentang sebuah kejujuaran dalam bekerja dan lain sebagainya. Sebagai penutup postingan mbulet ini, saya ucapakan “Dirgahayu Indonesia, Majulah terus Bangsaku, Jayalah Negeriku”.

Nuwun Sewu


Nuwun Sewu adalah bahasa Jawa, dalam bahasa Indonesia sama dengan Permisi. Nuwun sewu adalah unggah ungguh yang wajib diucapkan tatkala kita berjalan didepan orang yang sedang nimbrung/ngobrol/berkumpul atau masuk rumah orang atau memasuki sebuah kawasan baru. Atau mungkin sahabat blogger punya pandangan lain tentang Nuwun Sewu silahkan di share dikotak komentar ini.

Saya sangat tertarik sekali membuat postingan ini, karena beberapa hari yang lalu, ketika saya ngobrol bersama ayah, ibu dan beberapa saudara lainnya di teras rumah. Pada saat itu ada beberapa anak muda sliweran menaiki sepeda motor lewat depan kami yang sedang asik ngobrol. Padahal jalan yang mereka lalui sempit, entah tanpa ada rasa hormat sedikitpun beberapa pemuda tersebut enak saja lewat, seoalah-olah menganggap kami yang sedang ngobrol adalah batu hehe. "Hadehh, ABG gak punya sopan santun" kata ayah, saya pun tersenyum melihat expresi ayah saat melafalkan kata "ABG".

Malu rasanya ketika ayah mengatakan kalimat ini depan saya "mosok anak muda gak tau sopan santun". Karena saya juga pernah mengalami hal yang demikian, jalan seenaknya tanpa memperhatikan sekelilingnya. Sampai suatu ketika saya pernah di tegur karena naik sepeda motor dikawasan yang padat dengan anak kecil dan tidak turun, padahal sudah ada tanda peringatan "Harap Turun Banyak Anak Kecil", tapi semua saya abaikan. Seorang laki-laki sepuh menegur saya, "Mas tolong matikan mesin sepeda motornya, banyak anak kecil bermain dilingkungan ini". Saya pun malu, muka saya terasa ditampar. Hati saya berkata, kenapa saya melakukan hal bodoh ini, padahal saya sudah tau rambu-rambu yang tertulis didepan gang tadi, "ahhh gendeng aku iki" gumam saya didalm hati.

Andaikan saya menghidupkan mesin secara pelan-pelan dan mengucapkan "nuwun sewu" pada orang-orang sekitar yang sedang duduk di depan gang tadi, semua gak akan jadi begini. Yah, nasi sudah menjadi bubur, toh dari kejadian itu saya mendapatkan sebuah pelajaran yang sangat berarti. Oh ternyata benar dalam setiap kejadian itu pasti akan ada hikmah yang akan didapatkan. Benar kata ayah Afdholul 'ilmu, 'ilmu hal (lebih utamanya ilmu adalah ilmu tata krama/sopan santun). Semoga bermanfaat.

ECeRan (Edisi Cerita Ramadhan)


Ramadhan sudah berjalan seminggu. Terasa begitu cepat bagi saya, padahal rasanya baru kemarin berpuasa, tapi kok cek cepetnya sih, wes dapat seminggu. Apa karena pekerjaan yang bertambah banyak membuat waktu tak terasa bagi saya, emboh wes kah yang penting bentar lagi harus terima THR haha.

Seminggu berpuasa menyisakan banyak cerita bagi saya. Dimulai dihari pertama mau puasa saya kebingungan mencari warung untuk membeli makan untuk sahur, ternyata warung-warung pada tutup tanpa sepengetahuan saya. Alhasil malam pertama sahur dilewatkan dengan 2 gelas air putih nan bening hi hi #nasib. Untungnya menu buka puasa pada hari pertama tidak setragis pas waktu sahur, menunya sudah mendekati 4 sehat 5 sempurna hehe #Alhamdulillah.

Dihari senin, tepatnya puasa dapat 3 hari, seorang anak SD yang biasa numpang parkir sepeda didepan rumah mengerjai saya dengan mengajukan pertanyaan menterjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Pertanyaannya adalah "Apakah bahasa Indonesianya FORGET ?". Saya jawab "LUPA", eh jawaban saya malah di ece (disepelekan). Dengan tanpa sungkan pada yang lebih tua anak SD tersebut malah bilang "Masak sudah gedhe LUPA sih Mas" sambil cengengesan lagi. Asemmm tenan anak ini, pagi-pagi sudah mengerjai saya.

Selanjutnya sampai postingan ini saya tulis, semua berjalan sesuai rencana. Alhamdulillah seminggu berpuasa sudah dapet 1 kali, dan yang paling menggembirakan saya sudah mengetahui besarnya THR yang akan saya terima nanti hehehe. Oh ya, sedikit mengingatkan diri sendiri aja nih, jangan mentang-mentang tidur dalam bulan Ramadhan itu dinilai dengan ibadah lantas terus bermalas-malasan, tidurnya aja Ibadah apalagi tidak tidur pasti pahalanya berlipat ganda, asal dibuat beraktifitas hal-hal yang bermanfaat.

Mari manfaatkan sisa Bulan Ramadhan ini dengan mengisi hal-hal yang baik dan postif. Ramadhan bukan hanya ajang menahan semuanya, tapi Ramadhan adalah bulan menempa diri untuk menjadi lebih baik setelahnya. Ramadhan adalah ajang belajar untuk memahami bagaimana cara mendekat diri pada_Nya. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang berpuasa, semoga kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran didalamnya #AMIN. Dan punya cerita apa saja sahabat blogger selama seminggu ini berpuasa ?.

Soleh Akbar


Marhaban Yaa Ramadhan, gimana puasa hari ini masih lancarkah, masih sesuai standart yang ditentukankah ? hehehe. Sebenarnya ini adalah pertanyaan yang saya ajukan untuk saya sendiri sebagai pengingat diri. Ramadhan kali ini masih sama dengan Ramadhan tahun lalu, masih ada SMS untuk ABI yang selalu berkumadang dikala buka dan sahur tiba hehe.

Nah, mumpung masih Ramadhan, mari berdo'a sebanyak-banyaknya, entah itu do'a untuk kehidupan dunia lebih-lebih untuk kehidupan akhirat. Hari ini saya khususkan berdo'a untuk sahabat sekaligus kakak saya didunia nyata maupun didunia maya. Dia adalah Soleh Akbar, mungkin nama ini asing didunia maya, memang nama ini tidak begitu tenar didunia maya, karena Soleh Akbar lebih akrab dipanggil Uncle Lozz atau Mas Essip didunia maya. Tepat hari ini 25 Juli Uncle Lozz berulang tahun, selamat ulang tahun Uncle Lozz, maaf tak ada hadiah yang saya berikan untuk memeriahkannya.

Do'aku untuk Uncle Lozz, semoga panjang umur, murah rejeki, selalu sabar dalam mengahadapi semua cobaan dan semoga cepet ketemu sama Marpuah # AMIN. Mungkin hanya ini yang bisa saya berikan, bukan saya pelit, tapi saya yakin do'a ini akan mewakili semua apa yang menjadi keinginan sampean selama ini. Oh ya, traktirannya nunggu lebaran saja saya tak main ke Balung dan ngopi di kaki Gunung Manggar lagi hehe.









Penulis Tamu By : Ana Masyitoh


Tanggal 17 Juli 2012 Cak Sop (panggilan akrab saya pada Kang Sofyan), meminta saya untuk mengisi blognya, maaf kalo telat beberapa hari, haha, dan menurut saya ini adalah sebuah pemaksaan, karena saya tidak pernah sama sekali terjun dalam dunia tulis menulis, hanya saja saya sering menuliskan luapan hati saya pada secarik kertas yang ada di hadapan saya (sak onoke kertas) dengan pena yang selalu saya bawa. Dan itu hanyalah sebagai pelega hati saja, agar diri ini dapat berbagi kebahagiaan dan kesusahan walaupun pada secarik kertas. Dan sekarang saya bingung apa yang harus saya tulis untuk Cak Sop ini??? Mau saya beri puisi, saya harus minta balesan puisi juga, tapi sayangnya dia nggak bisa nulis puisi, hehehe (maaf ya buka kartu^^), mau nulis pantun cinta, gak usah pantun cinta pun dia sudah bisa merangkai pantun dari kisah cintanya sendiri, mau cerita cinta, ambo tak ada kisah cinta yang mau ambo ceritakan, mak bingung yeeh???


Setelah saya pikir-pikir, dari mentah hingga setengah matang, sampai matang pun saya belum menemukan ide, hingga akhirnya saya teringat seseorang yang membuat saya menjadi akrab dengan Cak Sop, dan membuat saya menceritakan bagaimana saya bisa menjadi saudara yang akrab dengannya.

Awal mula kisah ini berawal dari pasangan suami istri yang beliau adalah mbah-mbah kami, sebut saja mbah Tarmi, kami lebih suka memanggil beliau Mbah Mi. Dari pasangan suami istri tersebut, lahirlah 5 orang putra, dan dari 5 orang putra lahirlah banyak cucu dan cicit (maaf, kelamaan kalo dihitung). Saya dan Cak Sop adalah cucu dari mbah Mi, Cak Sop adalah putra dari mbak ayah saya, ya bisa di bilang kami ini misanan atau sepaha. Saya nggak tahu masa kecilnya dia, masa remaja juga nggak tahu, dia sekolah dimana aja saya juga nggak tahu, wkwkwk. Maklum rumah kami berjauhan, dan kami dulu jarang sekali bertemu kalo nggak pas lebaran. Yang saya tahu dia adalah Cak Sop, putranya dhe in, yang KuTiLang(peace Cak…!!!^^v)

Dan karena teknologi yang semakin maju, kami jadi sering bertemu di dalam pesan singkat hp, telfon, dan di dunia maya melalui jejaring social facebook, ketika saya pertama kali masuk universitas, dan dia adalah sepupu saya yang paling sering sms, saya tanggapi saja, karena pada saat itu saya sedang kehilangan sosok Mas yang perhatian, hihihi…

Seneng sih iya, karena ada kakak yang merhatiin, tapi kalo udah sibuk di smsin mulu, saya jadi sebel. Dia sering cerita mengenai suka dukanya hidup di Banyuwangi yang hingga saat ini menjadi tempat kerjanya, apa saja yang terjadi dengan saudara-saudara saya yang ada nun jauh disana, suka pamer kalo seneng, berbagi ilmu, Curahan hati (Jiah), ..… (apalagi ya???).

Hingga suatu hari, saya dan cak sop bertukaran hp selama 2 bulan, selanjutnya(Silahkan lihat posting Uminya Cak Sop), ya itulah kisah hasil dari pemikiran saya yang buntu, maaf kalo ada kata-kata yang menyakitkan hati para pecinta blog, maaf kalo ini tidak layak untuk di posting karena tulisan ini sebenarnya tidak untuk diposting, terima kasih kepada cak sop yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk corat-coret dinding rumah blognya, dan terima kasih kepada yang mau membaca meskipun dalam pikiran anda semua berpikiran “Gariing banget kayak kripik” tapi anda tetap membacanya dengan hati yang sabar dan lapang.

Pesen saya buat Cak Sop, tunjukkan rasa sayang anda pada Emak, Bapak, dan Yu, rasa sayang yang membuat sampean di sayang kembali oleh mereka, bukan ditakuti atau disegani oleh mereka, jangan pernah menyakiti hati siapapun terutama wanita, ingat bila wanita beraksi dunia hancur, haha, tapi jika disakiti wanita, seng sabar ae, sabar-sabar terus sampek entek sabare,lek wes entek up grade sabar neh, jangan pernah berpikiran bahwa sabar ada batasnya!!!okok.

NB : Matur nuwun Nduk sudah mau bercerita disini, semoga semua pesan yang kamu sampaikan aku bisa melaksanakan.

Muhammad NU


Hujan tak henti-hentinya turun, mulai kemarin malam sampai hari ini (pas nulis postingan) hujan masih turun meski tidak selebat kemarin. Mungkin hujan ini adalah suatu pertanda langit pun ikut senang dan terharu sehingga meneteskan berjuta butiran air kebumi untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Bukan hanya hujan air saja yang mengalir deras, saya juga menerima hujan SMS yang begitu banyak dari para sahabat-sahabat saya. Sebuah permohonan ma'af yang disampaikan lewat udara. Ahh, membaca satu persatu membuat saya terharu, sekuat tenaga saya menahan air mata supaya tidak keluar. Andaikan saja tiap hari ada kata ma'af yang terucap alangkah indahnya dunia ini.

Memang pemerintah belum bisa memastikan tanggal kepastian kapan jatuhnya bulan suci Ramadhan, tapi saya sudah bisa merasakan suatu suasana yang berbeda. Suasana yang beitu tenang, suasana yang tidak seperti biasanya, ahh,, apa ini hanya persaanku saja ya. Ealah kok jadi mellow begini ya hehe. Saat hendak beristirahat sebuah percapakan via SMS terjadi antara saya dengan adik sepupu saya yang ada di Jember, Saya (KS) adik sepupu (AS.)

AS : Cak kapan posoan (puasa) ?.
KS : Puasa jatuh pada tanggal 1 Ramadhan 1433 H dik, hehehe.
AS : Hmmm, yo mestilah, mosok kate tanggal 11 Dhulhijjah (ya jelaslah, masak mau tanggal 11 Dhulhijjah)
KS : Lah sampean sih takonnya aneh-aneh, coba takon menteri agama, kapan posoan hehehe (Kamu sih aneh pertanyaanya, coba tanyakan pada Menteri Agama, kapan puasa) sambil mesem-mesem saya membalas
AS : Hadehhh, sampean ini ancene gak iso diajak serius (Hadehh sampean ini memang gak bisa diajak serius)
KS : Santai ae, gak kiro wurung kok seng kate poso, enteni pengumuman teko pemerintah ae dik (Santai ae, gak akan batal kok yang mau puasa, tunggu pengumuan dari pemerintah aja) dan SMS saya membuat dia belum puas.
AS : Lah Muhammadiyah poso Jum'at Cak (Lah Muhammadiyah Puasa Hari Jum'at Cak)
KS : Trus opo'o ? (trus kenapa)
AS : Gpp sih, NU kapan yo Cak posone ? (Gpp sih, NU kapan ya Cak Puasa ?)
KS : Coba takon nang KH. Hasyim Muzadi dik, kapan NU poso, hehehe (Coba tanya KH. Hasyim Muzadi dik, kapan NU puasa, hehehe)
AS : Dasar wong gak beres ckckckc (Dasar orang gak beres ckckck)
KS : Sampean kate poso kapan ae sekarep, toh gak kiro duso kok, aku lo saiki wes poso (Sampean mau puasa kapan aja terserah, toh gak akan berdosa kok, aku lo sekarang sudah puasa)
AS : Hah ?? sampean wes poso ? (Hah, sampean sudah puasa)
KS : Iyo, kan aku Muhammad NU, hahaha
AS : Haha, dasar Cak Sof edan"

Saya menyimpulkan, masyarakat masih bersifat ke organisasian, bukankah hal itu gak bagus, masalah puasa aja diperdebatkan. Gak usah saling membenarkan, silahkan anda laksanakan sesuai dengan keyakinan. Jangan sampai hal-hal baik seperti Ramadhan, Idul Fitri dan Hari-hari besar agama lainnya bisa merusak ukhuwah antar sesama ummat agama karena suatu pendapat yang berbeda. Ingat persatuan dan kesatuan bangsa yang ada pada Pancasila itu ada karena sebuah perbedaan.

Saya mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi yang sudah melaksanakannya lebih dulu, semoga Ramadhan kali ini bisa memberikan peningkatan Iman dan Taqwa kita semua. Sambut Ramadhan dengan hati yang suci, tanggalkan perbedaan, mari bersatu dalam ikatan tali silaturrami.

Anniversary dan Ulang Tahun BlogCamp


Kemarin sebenarnya adalah hari yang sangat spesial buat saya dan dia. 17 Juli adalah Anniversary saya sama Umi, setahun sudah kami saling mengenal, padahal saya pingin sekali menuliskan sesuatu yang indah ini, tapi entah kenapa ide saya malah melempem. Ahh,,biarlah yang penting kami sudah merayakannya kemarin meski hanya lewat udara hehe. Yah, moment itu terasa sangat indah ketika saya menyapa dia lewat udara. Biarlah sekarang saya tulis, meski dibilang telat tak ada salahnya selama masih sempat hehe.

Anniversary kami beda sehari sehari sama Ulang Tahun BlogCamp. Loh emang siapa sih BlogCamp itu ?. Saya rasa semua para sahabat blogger sudah tahu, apa itu BlogCamp dan siapa pemiliknya. Bagi yang belum tahu, BlogCamp adalah rumah dunia maya milik Pak Dhe Cholik begitulah saya dan para sahabat blogger memanggilnya, seorang mantan Komandan yang selalu memberikan kejutan dan meramaikan ranah dunia maya khususnya dunia blogspahre.

Tak sedikit sahabat blogger yang mendapatkan hadiah tali asih dari BlogCamp, baik berupa buku, baju, uang bahkan pulsa. Saya pun beberapa kali mendapatkan buku dari BlogCamp, di antaranya, gara-gara saya menulis Kolek, saya dapat buku resep masakan dan yang terakhir saya mendapatkan sebuah buku dari hasil tebak artis ala BlogCamp hehe. Bukan karena Kontes atau Giveawaynya saja Pak Dhe terkenal, tapi silaturrahminya dilanjutkan sampai dunia nyata, sudah banyak kok yang merasakannya kecuali saya hehe.

Kini BlogCamp sudah menginjak usianya yang ke-3, selamat Ulang Tahun BlogCamp, maju terus dengan inovasi-inovasi ter anyar nya hehe. Oh nggeh, saya pribadi mohon maaf Dhe jika kemarin ada konspirasi grilya terhadap njenengan, tapi saya bermaksud baik kok, hanya ingin memberikan sesuatu yang spesial buat BlogCamp dan Pemiliknya. Satu lagi yang saya tidak tahu, kenapa saya tetep mboten saget (tidak bisa) membuka BlogCamp lewat PC, padahal saya sudah mandi kembang lo Dhe hi hi, eits satu lagi, terima kasih Dhe sudah mengeditkan foto buat saya hehe. Maaf tak banyak kata yang saya tuliskan disini, tapi saya berusaha untuk mengutarakan apa yang saya alami dan saya rasakan saat ini.

Postingan ini diikutsertakan dalam Grilya Tanpa Jempol dan Tanpa Komen
Untuk Pak Dhe Cholik yang diadakan oleh Warung Blogger

SELAMAT ULANG TAHUN BlogCamp




Curhatku di Bulan Juli



Sudah lumayan lama blog ini terbengkalai, seperti rumah yang tak terawat dan tak berpenghuni. Bukan alasan klasik yang mau aku jadikan kambing hitam, tapi aku benar-benar tidak bisa mengungkapkan apa yang aku rasa. Entah harus aku mulai dari mana tulisan ini untuk ku buka. Yang jelas aku terlalu sibuk dengan dunia nyata, yang beberapa bulan ini sangat menguras pikiran dan tenaga. Memang ini hanya dunia maya, tapi disinilah aku bisa mengenal dan tahu semuanya. Tentang sebuah persabatan, kekompakan dan jalinan kasih sayang.

Juli. Mungkin bulan terberat yang harus aku lewati. Fokus pada pekerjaan dan mencari sebuah prestasi semata-mata bukan untuk mencari rejeki. Jujur karena aku takut untuk dimutasi. Mungkin kalau dimutasi karena sebuah pencapaian prestasi itu oke, tapi kalau hanya untuk dipolitisir itu yang aku benci.

Juli, bulan ini aku dikabarkan untuk pindah ke Kantor Direksi. Bukannya aku tidak siap, tapi kalau ini hanya akal-akalan para petinggi untuk menutupi sebuah aib yang aku ketahui, ini benar-benar tidak adil dan aku benci. Mungkin beginikah rasanya berjuang untuk sebuah kejujuran, banyak musuh dan dibenci para petinggi hehehe. Ahhh,,biarlah semua itu terjadi, toh kalau pun itu benar-benar terjadi biarlah aku akan mencoba menikmati.

Isunya sih, pindah ke Kantor Direksi itu enak, semua fasilitas disediakan, tapi aku sedikitpun tidak mengingikannya. Karena disini (Banyuwangi) aku sudah banyak mempunyai teman, tetanggga dan relasi. Lagian tiap minggu bisa pulang ke kampung halaman yaitu Jember. Berkumpul sama keluarga, saudara dan teman-teman, bukankah ini sebuah hal yang mengasikkan.

Dan akhirnya isu itu tidak terjadi, aku yakin Allah akan membela yang benar. Alhamdulillah Ya Robb Engkau telah mendengarkan semua keluh kesahku. Tuntun hamba_Mu ini kejalan yang benar, selalu teguh memegang sebuah amanat dan jujuran. Kesimpulannya tidak mudah menjadi orang jujur, apalagi dikelilingi oleh para perampok berdasi yang notabennya berpendidikan dan berdedikasi. Kejujuran itu pasti akan datang meski terlambat, itulah yang aku rasakan dan aku alami saat ini.

Mohon maaf jika postingan ini hanya sekedar curhatan dari seorang karyawan yang takut di mutasi hehe. Hari ini, hari yang sangat indah dan membahagian, takkan kulupakan dan akan aku kenang selamanya. Dengan begini akhirnya aku bisa ngeblog lagi. Salam untuk semuanya.

Pamitan Sebentar



BenCi itu Benar-benar Cinta


Huhu, kenapa temanya masih berbau tentang cinta sih Kang, kan bulan Februari sudah lewat ?. Loh kan tidak harus Februari toh untuk mengapresiasikan cinta. Tau gak sih, karena cinta bisa merubah yang kasar jadi lembut, yang pahit menjadi manis dan yang panas jadi dingin.

Jiahh,,sebenarnya apa yang dulu saya benci sekarang malah jadi teman sejati. Apa itu ?, jawabannya banyak sekali. Satu contoh adalah Akuntansi. Pelajaran yang sudah saya kenal sejak SMP ini adalah salah satu pelajaran yang paling tidak saya sukai. Mengapa, entahlah. Ada yang bilang pelajaran ini hanya menghitung uang tuyul, alias gak ada uangnya, yang ada hanya angkanya saja hehe. Jadi jangan kaget kalau melihat rapot waktu SMP dulu nilai terendah saya ada pada pelajaran Akuntansi, lainnya diatas rata-rata hihi.

Tidak sampai pas SMP saja, waktu masuk SMA dan kuliahpun pelajaran ini masih tetap setia menemani saya, duh Gusti kenapa harus ada Akuntansi sih. Mengeluhpun percuma, suka tidak suka tetap aja Akuntansi adalah pelajaran yang wajib ditempuh.

Pernah saya mengalami berada dalam titik jenuh akibat pelajaran yang satu ini. Nilai Akuntansi saya pas kuliah mendapatkan nilai D, dan konsekwensinya saya harus mengulangnya dan itupun masih belum lulus-lulus hehe. Betapa bencinya saya sama pelajaran yang satu ini, saking bencinya setiap pelajaran Akuntansi selalu saja ada halangan untuk tidak mengikutinya, yang ngantuklah, yang ada tournamen bola, pokoknya Akuntansi telah mensugesti diri saya untuk menjauhinya hahaha.

Seiring dengan berjalannya waktu. Tak terasa apa yang dulu saya benci kini menjadi hal yang paling saya cintai. Mengapa demikian ?. Karena saat ini saya bekerja dibagian Akuntansi, hal yang paling saya benci kini malah menjadi rutinitas sehari-hari. Ternyata apa yang saya pelajari dulu tidak serumit apa yang saya hadapi saat ini. Akuntansi itu menyenangkan meski terkadang bikin kepala puyeng, pernah saya mengalami hanya Rp. 25 saja semua bisa buyar dan urusannya pun panjang.

Mari berfikir sejenak, apa ini sebuah karma ?. Jawabannya bukan, semua ini hanya sebagai cermin bagi saya. Boleh kita membenci sesuatu, tapi jangan sampai terlalu berlebihan, bukankah hal yang berlebihan itu dilarang Tuhan. Kita tidak akan tau apa yang akan terjadi esok hari, karena hidup itu adalah sebuah misteri. Bagaimana dengan sahabat blogger lainnya, hal apa yang pernah sahabat benci dan kini menjadi sebuah rutinitas sehari-hari.

BPK (Bukan Pertemuan Kopdar)


Hehe, apa hubungannya dengan judul diatas ya ?. Entahlah ada atau tidak, setidaknya saya ingin memulai menuliskan kembali #padahal sering absen#. Sebenarnya postingan ini sudah lama mengendap didraft, sampai saya lupa apa yang harus saya edit, karena kejadian dan cerita ini sudah lama, maka maafkan saya kalau hanya menampilkan gambar slide saja hehe.

17 Mei 2012 adalah hari yang membahagiakan sekali bagi saya dan keluarga. Diiringi dengan cuaca yang sangat cerah, saya dan keluarga besar berangkat dari Jember menuju kota Mojokerto hanya untuk mendemo keluraga Umi yang masih meragukan keputusan yang saya buat. Dengan membawa yel-yel berupa kue tetel, roti cake, kuetart dan lain-lain, saya dan keluarga mendemo rumah Umi hahaha.





Dalam perjalanan mobil yang saya tumpangi mengalami sedikit kendala. Kendala itu bukan terjadi pada mesinnya, tapi pada sang sopir, dengan gagah berani sang sopir yang tak lain adalah sabahat saya menyerobot lampu merah hehe. Dengan sigappun sang polisi mengejar mobil kami, dengan nego yang sedikit alot, akhirnya kami menyerah dengan kalimat "Cepek dah Mas" hahaha. Inilah potret sang penegak hukum di negeri ini, meski tidak semua berbuat begitu, tapi setidaknya penegak hukum ini sudah memberikan coretan tinta hitam pada kesatuannya.

Meski diperjalanan ada gangguan, tapi acara berjalan dengan damai dan hikmat. Akhirnya keluarga Umi menerima aspirasi dari saya dan keluarga #ALHAMDULILLAH. Sayang saya gak sempat mendengar kata "SAH" berkumandang disana hikz. Dengan pengalaman ini ternyata, cinta itu memang indah, tak mengenal usia, penuh pengorbanan dan tak mengenal jarak.





Postingan ini hanya untuk mengabadikan momen-momen penting yang terjadi sekali dalam hidup saya, siapa tau ntar bisa jadi sebuah cerita untuk anak cucu.

Pendidikan Moral Pancasila

Sumber gambar dari Google

“Indonesia, negara yang dulunya terlahir dari beberapa kerajaan, dimana menyatu menjadi satu kesatuan. Indonesia, terkenal sebagai bangsa yang beraneka ragam adat, budaya dan agama. Dan, Pancasila sebagai ideologi dasar negara Indonesia.”

Paragraf diatas adalah sisa-sisa kalimat yang aku ingat saat aku masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Yah, sebuah pelajaran Pendidikan Moral Pancasila, dimana kita diajarakan tentang wawasan nusantara, budi pekerti dan toleransi antara sesama. Namun seiring berjalannya waktu, seolah terkikis oleh perkembangan jaman modern, pelajaran ini sekarang hanya tinggal sebatas kurikulum saja.

Banyak yang mengatakan bangsa ini sudah kehilangan moralitas. Korupsi Nipotisme dan Kolusi seakan- akan sudah menjadi berita biasa negeri ini. Pemerintah kurang maksimal dalam menjalankan roda pemerintahan, saling sikut antar penguasa membuat rakyat senggsara. Ah, sudahlah jangan berfikir terlalu jauh, lihatlah diri sendiri dulu, apakah kita sudah bermanfaat dan sudah bermoral baik. Dengan begitu kita tidak akan mudah melemparkan suatu kesalahan yang belum benar adanya kepada orang lain atau pihak-pihak lain.

Permasalahan yang ada sebaiknya diselesaikan secara benar dan tepat. Stop saling memaki, menghujat dan merusak, dengan demikian akan tercipta sebuah kondisi yang aman dan kondusif. Dukung pemerintahan yang ada, meski sadar atau tidak, kebijakan yang dibuat terkadang menyesakkan, tapi sebaik kita harus berhusnudzon saja sama pemerintah. Jika memang tidak puas sampaikan dengan baik dan benar tanpa harus ada yang dirugikan. Dan, satu lagi yang sangat memprihatinkan, tidak semua berita dan informasi yang ada itu benar adanya, maka jadilah warga negara yang cerdas, yang bisa menyaring berita dan informasi.

Bangkitlah Bangsaku !!
Jadilah bangsa yang bermartabat, bangsa yang bermoral dan bangsa yang disegani. Wahai para Bapak pemimpin, jadilah pimpinan sekaligus panutan pagi rakyatnya. Bangsa yang kokoh adalah bangsa yang mempunyai pondasi dasar kuat. Pancasila sebagai dasar pondasi bangsa ini sudah seharusnyalah kita perpatokan padanya.

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bangkit di BlogCamp

Sebuah Pengalaman Berharga

Sumber gambar dari Google

Susahnya mencari pekerjaan jaman sekarang ini memang sangat sulit, aku sudah pernah merasakannya. Kesana kemari menenteng surat lamaran, keluar masuk dari instansi satu ke instansi lainnya. Tiap hari kerjaannya hanya menunggu telp atau menununggu Pak Pos datang bertamu kerumah untuk membawa surat panggilan kerja. Menyerah, itulah yang pernah tebesit dalam benakku, untungnya fikiran itu tidak terlalu lama mengendap dalam benakku.

Suatu hari betapa senangnya hatiku, sebuah SMS masuk ke HP ku, “diharap kehadirannya besok tanggal …bla..bla..bla #sudah lupa isinya#, dengan membawa persyaratan yang sudah ditentukan, tak henti hentinya aku bersyukur. Angan anganku pun melayang jauh, membayangkan interview yang akan terjadi besok. Keesokan harinya, aku sudah berpakaian rapi dan membawa semua persyaratan yang diminta. Anganpun mulai melayang, mengkhayal tentang apa yang akan terjadi kemudian hari seandainya aku diterima bekerja disana.

Pagi pagi sekali akupun berangkat dari rumah menuju alamat yang sudah direkomendasikan oleh perusahaan tersebut, ditemani si Kuning (Sepeda Balap) yang selalu setia menenamiku sejak aku SMA sampai tamat SMA, aku mengayuh perlahan lahan menikmati jalanan yang sudah lama tidak aku lewati. Sesampainya disana, entah mimpi apa aku semalam, khayalan yang semalam aku bayangkan sangat tidak mirip dengan apa yang aku bayangkan. “Naik apa kesini Mas ?” tanya seorang personalia padaku. “Naik sepeda ontel Pak” jawabku. “Punya sepeda motor Mas ?” tanyanya lagi, “ Enggak Pak” jawabku. “Maaf Mas kami membutuhkan karyawan yang mempunyai sepeda motor” sambungnya. Hah ???? kenapa dalam pesan singkat tersebut tidak disebutkan harus mempunyai sepeda motor. Kecewa, pasti itu.

Ya sudahlah, mungkin bukan takdirku untuk bekerja disana, dan pengalaman yang lainnya, aku malah diminta uang sekian juta oleh salah satu Instansi pemerintahan untuk memuluskan supaya aku diterima ditempat tersebut. Hadehh, mau cari uang kok harus bayar dulu sih !!. Dari pengalaman tersebut aku berjanji dan aku yakin tanpa harus mempunyai sepeda motor dan membayar suatu saat nanti pasti aku akan meraih semua cita citaku.

Baru pada awal tahun 2007 aku bekerja operator warnet, sambil mencari batu loncatan kesana kemari mengirimkan lamaran pekerjaan. Dan alhamdulillah diawal 2009 aku diterima di salah satu perusahaan BUMN. Dari sini aku sadar, bahwa semua yang telah aku lalui hanyalah sebuah pembentukan mental untuk tidak putus asa dalam meraih cita cita. Disini (tempat kerjaku yang baru) aku mendapatkan banyak sekali pelajaran, bukan hanya sekedar materi, tetapi sosial terhadap lingkungan sekitar juga aku dapatkan. Aku bisa membuktikan, ternyata tidak harus punya sepeda motor untuk bekerja dan tidak harus membayar untuk meraih sebuah cita cita.

Kini sudah tahun 4 aku bekerja sebagai karyawan BUMN ini. Rasanya masih banyak sekali hal hal yang ingin aku raih, terutama segera menikah dan mempunyai keluarga kecil yang bahagia. Bukan hanya itu, impian utamaku adalah naik haji bersama Umi hehehe. Satu hal yang bisa aku pelajari dalam pengalaman kehidupan ini, mencari ilmu bukan semata mata kelak untuk mencari sebuah materi, melainkan supaya aku tidak menjadi orang yang mudah dibodohi. Biarlah ilmu itu mengalir dan bermanfaat, serta menghasilkan sebuah karya yang menghasilkan sebuah kebaikan dunia dan akhirat.

Selamat ulang tahun Mbak Noorma, panjang umur dan semoga bisa menjadi Ibu yang baik untuk keluarga. Oh ya semoga dedek yang ada didalam rahim sehat selalu dan terlahir menjadi anak yang sholeh dan sholehah AMIN.


"Tulisan ini diikutsertakan dalam GiveAway Cah Kesesi AyuTea yang diselenggarakan oleh Noorma Fitriana M. Zain"

Vania, Inilah Aku

Hai sahabat blogger, lama banget gak posting nih, banyak sekali yang terlewatkan olehku. Iya, iya,,sebelum panjang lebar ngalur ngidul bercerita, aku mau mengucapakan permohonan maaf yang sebesar besarnya bagi para pengunjung blog mbulet ini, karena aku nggak bisa membalas komentar komentar yang ada. Bahkan sampai ada yang bertanya, Kemana aja nih kok menghilang ?? Hei…. aku masih disini, masih ada dibumi ini, siapa yang menghilang hehe. Bukan karena alasan sibuk atau nggak punya waktu untuk memposting sesuatu, tapi aku mempunyai sahabat baru yang tidak pantas dijadikan sahabat blogger lainnya, dia bernaman “malas” hehehe, sudah ah basa basinya.

Nah mumpung masih bulan Mei, bulan dimana aku terlahir ke dunia ini dan merasakan nikmatnya oksigen untuk yang pertama kali. Aku ingin mengucapkan kepada semuanya yang terlahir dan yang tercipta pada bulan Mei, selamat dan semoga keberuntungan_Nya selalu menyertai kita semua #AMIN.

Sedikit becerita tentangku 27 tahun yang lalu. Aku terlahir bukan dari kalangan yang berada, tapi terlahir dari kalangan seorang petani biasa. Bisa dibilang masa kecilku dulu sangat tidak indah, bahkan aku tidak bisa merekam semua kejadian kejadian tersebut, entah kenapa. Aku terkenal sebagai anak pendiam dan pemalu. Yah, masih teringat sedikit dalam benakku, ketika aku diajak Ibu masuk ke sebuah sekolah Taman Kanak Kanak, hari pertama langsung menangis karena aku gak mau sekolah TK. Dan setelah seminggu Ibu setia menemaniku akhirnya aku luluh untuk sementara waktu. Tapi setelah itu aku malah kabur pulang kerumah, mulai sejak itu aku resmi bukan menjadi seorang anak TK lagi hehe. Hari hari kulalui dirumah, entah ngapain dulu aku dirumah, aku sudah lupa, seingatku, aku sering diajak Ayah bermain kesawah.

Setelah aku berumur 6 tahun, baru Ayah dan Ibu nekat mendaftarkanku kesebuah SD dekat rumah. Maklum SD pada jamanku dulu tidak terlalu banyak persyaratan, hanya di tanya nama Ayah dan Ibu serta beberapa macam warna itu sudah dinyatakan memenuhi persyaratan. Tapi dari beberapa pertanyaan yang diajukan aku tidak bisa menjawab. Dari awal sebenarnya aku sudah ditolak oleh pihak sekolah karena faktor usia yang masih belum memenuhi syarat, untungnya pamanku adalah seorang guru disekolah tersebut akhirnya aku bisa diterima, jadi terkesan ada unsur kong kalikong alias nipotisme hahaha. Akhirnya aku menjadi anak SD mendahului teman teman sepantaranku.

Di awal sekolah SD pun aku tidak bisa ditinggal begitu saja oleh Ibu, Ibu pun dengan setia ikut sekolah didalam kelas. Lama kelamaan aku merasa mulai terbiasa, meski dengan nilai raport yang pas pasan, tapi Ayah dan Ibu selalu memberikan dukungannya. Tapi, satu hal yang tak berubah dari dirku, sifat pemalu dan pendiam masih melekat dalam diriku. Nah, pas aku SMP, ayah berinisiatif mengirimku kesebuah pesantren. Disinilah aku bisa merasakan keadaan yang berbeda, dimana aku harus dituntut mandiri dan bisa berinterksi dengan sesama santri. Dipesantren inilah banyak sekali ilmu yang aku dapatkan, terutama ilmu bersosialisasi dengan sesama santri, sampai aku masuk SMA ayah membiarkanku untuk terus menetap dipesantren.

Mungkin ayah dan ibu sudah tidak tahu bagaimana cara membuat anaknya menjadi seorang yang kuat setelah mereka tidak lagi berada dalam setiap waktu. Namun baru aku sadari, ternyata ayah dan ibu memberikan formula yang tepat kepadaku untuk menghilangkan sifat pemalu dan pendiam yang ada padaku, serta memberikan ilmu nyata tentang sebuah kemandirian.


Sempat terpikir olehku ayah dan ibu kejam dan keras padaku, tapi anggapan itu aku tepis setelah usiaku beranjak dewasa, memang benar beliau tidak pernah mengajarkanku pada kemandirian, tapi tindakan beliau membuat aku menjadi anak yang mandiri # ALHAMDULILLAH. Sangat beruntung sekali anak anak jaman sekarang yang mempunyai masa kecil indah, meski terkdang keindahan mereka terkadang tidak terlihat menawan dihati orang tua. Dunia anak itu penuh dengan misteri, lucu dan menggemaskan. Tapi, satu hal yang pernah aku rasakan, faktor lingkungan sangat dominan untuk merubah prilaku seseorang.

Selamat ulang tahun untuk thegreenpensieve.com dan selamat Ulang tahun yang ke 4 untuk Adik Vania, jadilah anak yang pintar, anak yang aktif dan jangan jadi anak pemalu kayak aku dulu hehe. Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi dan memberikan hikmah serta bermanfaat # AMIN. Wah, panjang juga nih postingan kali ini ya hehehe.

Postingan ini diikut sertakan di dalam Our Pensieve's 1st Giveaway yang diselenggarakan oleh Kak Thia

NB : Kak Thia pinjam fotonya Vania yahh,, hi hi hi




Dariku untukmu, Abi

Sumber gambar dari Google


Tulisan ini ku awali dengan mencoba melemparkan kembali ingatanku dua tahun silam, dimana sebuah sms nyasar yang ternyata merubah seluruh episode hidupku saat ini. Seseorang yang dulu ku anggap sama dengan isengnya orang-orang lainnya yang sok nyasar (hehe..ngapunten bi), akhirnya kutanggapi dengan tidak serius pula. Namun semakin bertambah hari dengan rutinnya sms tersebut menyapaku dengan enjoy dan tidak pula membuatku bosan, bersahabatlah aku dengannya. “Kang Sofyan”, panggilanku sesuai dengan nama FB-nya.

Curhat, canda yang tidak sekedar ingusan yang ia tawarkan disela sibuknya rutinitasku pada waktu itu, menjadikanku maniak Hp. Bagaimana tidak, hampir setiap dering sms di Hp usangku berbunyi, seakan aku mendapatkan harta karun, aku berlari berharap smsnya menyapaku. Ku fikir tidak ada salahnya dengan menjadikannya kerabatku, dengan begitu aku akan selalu dekat dengannya. Ku jodohkanlah dia dengan sepupuku, namun jawaban darinya membuatku tertegun, alasannya simpel, dia tidak mau dijodoh-jodohkan. Huft..entah darimana asalnya, persahabatan kami pun naik kepada tahap ta’aruf. Hmmm...

Epilog diatas adalah untuk membuka jendela memory kami dua tahun silam. Ah... tidak kusangka.

Nah sahabat netter (Kang Sofyan mood on), Kang Sofyan atau yang selama satu tahun belakangan akrab ku panggil dengan “Abi”, memintaku untuk menulis beberapa kesan dan pesan selama saya mengenalnya, entah apa maksudnya, yang jelas dengan sangat terpaksa saya harus menurutinya hehe. Namun difikir, tak ada salahnya dan patut dicoba, sekaligus sebagai hadiah kado ulang tahunnya, sebelum hadiah yang bersifat dhohir saya berikan kepadanya. OK lah, kita masuk aja ke inti.

KESAN Umi kepada Abi :
Selain kocak abis, Abi itu g banyak tingkah. Sukanya yang mudah-mudah, hehe.. namun yang bikin Umi saluuuuuuutttt banget sama Abi, konsistennya itu loch.. trus jujur, g mau memendam masalah, hal ini yang bikin umi sempet meledak. Tapi Abi itu kayak guru bagi Umi, kayak ayah, sahabat, dari Abi Umi banyak sekali belajar arti hidup dan menyayangi sesama. Meskipun masih banyak yang g Umi fahami, kenapa Abi terkesan pendiam (kalo dilihat sekilas hehe), makanya ayah sama ibu ehm ehm...

PESAN Umi buat Abi:
Emmmmm....masak murid ngasih pesan ke gurunya???? Wkwkwkw..Meskipun slogannya Abi “jadikan hidupmu lebih baik dari hari kemaren”, tapi terkadang kita tidak sadar apakah kita memang sudah lebih baik dari hari kemaren apa belum, namun tidak ada salahnya juga jika kita berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang kita lakukan di hari kemaren. Berusaha, meskipun terkadang kita masih sering lalai. Umi cuma berhadap Abi tetep seperti dulu, seperti orang yang pertama Umi kenal, “Kang Sofyan” yang humoris, santai, nasihatnya tidak menggurui, dan nyaman di ajak ngobrol ngalur ngidul hehehe...

Untuk Abi nan jauh diseberang,,ahay!!! G seberapa tulisan yang rada semrawut di atas, hanya lima persen saja mewakili ungkapan hati Umi. Yang 95 persen hanya Abi dan Umi yang tau..uhuy..(sensor..)

Ya Allah, jagalah dirinya yang amat ku cintai dan ku sayangi
Dikala penjagaanku tak sampai padanya
Karuniakan padanya kesabaran dan kekuatan
Sayangi ia dikala sayangku tak mampu merengkuhnya dalam dekapan nyata
Muliakan ia kala pengahargaanku tak terangkum dalam kata yang sahaja
karena Engkau punya segala yang ku tak punya

Penulis : Nikita Wachdah




20 April 2011 - 2012


20 April 2011, saat itu saya resmi mempunyai rumah dunia maya yang bernama blog. Blog ini bukan yang pertama buat saya, dulu sempat punya blog, tapi isinya hanya copas yang berisikan artikel tentang sepak bola, tapi sayang blog tersebut hilang dimangsa hacker. Maklum waktu itu saya masih bekerja sebagai operator warnet, jadi komputer 1 untuk semua.

Awalnya saya ragu untuk menjadi seorang blogger, entah kenapa, karena saya gak begitu pintar merangkai sebuah kata. Ngeblog siapa takut !! motivasi ini yang saya dapatkan dari seorang teman blogger, sofyandiary.blogsot.com, sebuah catatan sehari-hari yang sengaja saya rangkum dengan bahasa yang tidak baku bahkan terkesan mbulet hehehe. Tak terasa sudah setahun blog ini ada, sudah setahun blog ini bercerita.

Do‘akan saya bisa bertahan didunia per bloggeran, mohon maaf jika ada salah kata dalam berkomentar, salah dalam membuat sebuah postingan bahkan salah dalam memberikan informasi. Tak ada lilin yang bisa untuk ditiup, tak ada kuetar yang tersaji untuk dipotong dan dinikmati bersama, apalagi sebuah Giveaway untuk menyemarakkan ulang tahun blog mbulet ini. Harapan saya, semoga blog ini bisa bermanfaat kelak untuk anak-anak saya dan untuk semua pembaca serta pengunjungnya.

Semoga postingan pendek ini bisa mewakili rasa syukur dan terima kasih saya kepada semua yang telah mendukung dan berkunjung kesini serta memberikan motivasi kepada saya. Terima kasih Uncle Lozz yang telah berhasil membujuk saya untuk menjadi seorang blogger, matur nuwun Masbro dan Mbak Prit sang Penikmat dan Pembuat Kopi Rasa Rindu serta semua blogger Jember yang sudah pernah KOPDAR, dan terima kasih kepada semua pengunjung blog ini, special untuk seseorang yang selalu ada unukku Umi Kiki . Do’akan saya supaya gelar seorang blogger trus melekat pada diri saya, karena menjadi blogger adalah sebuah keputusan. Saran dan kritik masih saya tunggu dengan senang hati.




Berhalaman Karang Kitri


Mempunyai halaman rumah yang luas adalah dambaan semua orang. Mungkin halaman tersebut bisa dibuat parkir mobil atau taman bermain anak anak. Tidak halnya di tempat rumah dinas saya, setiap rumah mempunyai halaman yang lumayan luas, tapi bukan untuk digunakan sebagai fasilitas parkir atau lainnya melainkan untuk menanam palawija dan sayur mayur. Tempat itu bernama karang kitri.

Awalnya saya gumun (terkejut), kenapa halaman rumah harus diberi tanaman sayur mayur, kan gak asik untuk dipandang, biasanya halaman rumah itu berhiaskan bunga, eh ndak ini malah ditanami sayur mayur kok lucu sih hehe. Namun, setelah beberapa lama saya beradaptasi dengan keadaan seperti ini ternyata asik juga lo, selain menambah rindangnya halaman rumah, dengan adanya karang kitri setidaknya ada tanggung jawab yang harus diemban (biuh bahasane hehehe) oleh penghuni rumah dinas tersebut.

Contoh nyata yang saya rasakan, akhir akhir ini saya jarang sekali berolah raga, biasanya tiap hari istiqomah main bola, tapi semenjak kaki sebelah kanan saya ada masalah, saya mengurangi aktifitas bermain bola dan menggantinya dengan mencangkul halaman rumah lumayan berjeringat sih, bahkan rasanya lebih berat macul sama main bola hehe. Karang kitri sendiri dibagi menjadi dua, ada yang khusus milik pribadi ada juga yang kepemilkan dan kepengurusannya milik bersama alias berkelompok, tiap tiap kelompok beranggotakan 3 orang.

Mungkin kalau hanya mengurus karang kitri pribadi saya sih oke oke aja, nah masalahnya dimana, tunggu dulu sebentar saya harus memulainya pelan pelan. Masalahnya saya juga punya jadwal piket dikarang kitri umum, coba bayangkan dari 5 kelompok yang beranggotakan 15 orang, hanya saya yang laki laki, hadehhh betapa apesnya diriku ini hehe, rasanya saya pingin cepat cepat bawa UMI {awas jangan di klik} kesini supaya bisa menggantikan posisi saya hahaha. Makanya tak jarang saya sering berbuat curang dikala ada jadwal piket xixixixi, terkadang saya hanya bisa menonton dari balik tirai kamar dan melihat ibu ibu yang sedang asik piket sambil rasan rasan hehehe.

Skip dulu masalah jadwal piket tersebut, sekarang sayur mayur didepan rumah sudah saatnya panen, ada terong, timun, sawi dan cabe, lumayanlah bisa buat oleh-oleh ntar kalau pas mudik ke Jember. Baru saya sadari, ternyata saya bisa juga bercocok tanam sayur mayur. Hayooo sipa nih yang mau pesen hi hi hi.




Sofyan, Doyok dan Sofi

Sumber gambar dari google

Nama adalah sebuah panggilan atau sebutan yang diberikan kepada suatu benda, baik itu benda mati atau benda hidup. Dengan sebuah nama juga kita bisa tahu dan saling mengenal, tapi terkadang ada beberapa nama yang berbeda tapi menujukkan pada suatu benda yang sama. Comtohnya sebutan nama untuk orang yang tertua bagi yang lebih muda ada Mas, Cak, Abang, Kakak, Kang, Mbak dan masih banyak lainnya.

Tapi aneh gak jika nama seseorang itu berubah dari masa kemasa, bigung ya hehe. Ini hanya sebuah cerita dan masih terjadi pada saya sampai saat ini. Pada saat saya masih sekolah SD nama pangilan saya adalah Sofyan. Baru saat SMP nama saya mulai diputus yaitu diambil bagian belakangnya menjadi Fyan. Dan yang sangat lucu dan aneh lagi, nama pangilan saya berubah tak karuan menjadi DOYOK waktu SMA, anehkan.

Nama pangilan Doyok ini berawal dari sebuah pakaian kostum sepak bola yang saya kenakan, saat itu sekolah sedang mengikuti sebuah tournament sepak bola antar sekolah se- Kab. Jember. Entah gimana kostum itu ada, kok ya pas banget saya pakai. Awalnya saya menggunakan no punggung 24 atas nama SOFYAN, mungkin sudah takdir kostum yang seharusnya saya gunakan tertinggal di pondok hehe, akhirnya saya harus rela menggunakan no punggung 17 atas nama DOYOK. Sejak itulah nama saya akrab dipanggil DOYOK.

Bukan hanya pas dilapangan saja saya akrab dipanggil Doyok, dikelaspun saya lebih akrab dipangil DOYOK oleh sebagian guru pengajar. Ada cerita lucu, ketika teman saya bermain kerumah saya, dia menanyakan saya dengan panggilan DOYOK. “Bu Doyok ada ?” tanya temanku pada Emak. Spontan Emak menjawab “Doyok ???, salah alamat paling kamu le” jawab Emak. Untung saya ada dirumah, akhirnya saya jelaskan pada Emak kalau nama saya sudah diganti hehehe, “onok onok ae” gumam Emak. Dan pas liburan kemarin saya bertemu sama teman SMA, entah siapa dia, saya lupa, tapi saya yakin dia teman SMA saya, alasannya dia memanggil saya dengan sebutan DOYOK hehe. Setelah lama ngobrol ngalor ngidul akhrinya saya tau kalau dia anak IPA yang dulu pernah sekelas dengan saya.

Tidak berhenti sampai disini saja, pas kuliah (meski gak sampai tamat hehe) nama saya berubah lagi, saya malah dipanggil SOFI, hadehhh pangilan yang sangat menggelikan. Masak orangnya berjanggut pangilannya Sofi gak sesuai dengan janggutnya hahaha. Tapi tak apalah yang penting mereka mengenal saya sesuai kehendak mereka(sa’kareppe wes) hehehe. Dan sekarang sejak saya mengenal dunia maya, nama pangilan saya berubah lagi menjadi Kang Sofyan. Hikmahnya bagi saya sangat banyak, ketika saya lupa dengan teman yang menyapa saya, saya akan perhatikan aja gaya dia memanggil saya pasti ketahuan hehehe.

Masihkah pangilan nama saya berubah ketika menikah nanti, ditunggu aja kelanjutannya hehehe. Bagaimana dengan sahabat blogger sendiri, pernahkah mengalami motamorfosis tentang sebuah pangilan nama sehari hari didunia nyata maupun didunia maya seperti yang saya alami ?.

Postingan Acak diakhir bulan

Sumber gambar dari google

Sebenarnya postingan ini hanya untuk sebuah catatan kecil saja, tapi rasanya sangat “eman” sekali bila tidak saya abadikan dicatatan mayaku ini. Bulan Maret ini memang bulan penuh dengan kejutan, benar apa yang pernah disampaikan oleh Bunda Monda. Mulai dari seminggu lalu saya nggak masak, karena padatnya kondangan. Yang menjadi tak terlupakan adalah ada beberapa kejadian bulan Maret ini yang nggak akan saya lupakan, berita duka dan suka.

Rabu, 28 Maret 2012

Sebuah SMS masuk ke HP saya “saya minta maaf jika selama berteman ada salah dan khilaf, saya minta maaf sebesar besarnya, saya sudah gak kuat lagi”. Kaget, loh ada apa ini, kenapa teman kantor saya sms begini, saya telp gak diangkat, saya bales SMS nya gak ada respon. Ternyata bukan hanya saya yang menerima SMS seperti itu, teman teman yang lainnya juga menerima pesan singkat yang sama, semua pada bertanya tanya, ada apa dengan si “dia”.

Tanpa dikomando satpam komplek perumahan dinas langsung mendatangi rumah dinas teman saya ini. Ada suara menjurigakan dari dalam rumahnya, saya dan satpam berusaha membuka pintu depan dengan paksa. Jam 9.35 WIB, ternyata kami kaget melihat aksi nekat teman saya ini, saya melihat dia sudah menggantung diatas sebuah kayu dengan sebuah tali. Dengan sigap satpam menggunakan sangkurnya untuk memotong tali tersebut dan kami segera melarikannya kerumah sakit.

Alhamdulilah dia masih bisa diselamatkan, meski masih dalam kondisi kritis, saya dan teman teman lainnya berharap semuanya kembali normal. Entah ada apa sebenarnya hingga ia nekat melakukan hal yang paling di benci oleh agama. Haruskah menyelesaikan masalah dengan cara pengecut seperti itu. Semua masalah yang ada itu bisa diselesaikan dengan cara yang benar, tidak ada maslah yang nggak bisa diatasi.

Masih ditanggal yang sama, sebuah SMS disore hari masuk “Alhamdulillah ujian komprehensif dan bendel skripsi Umi sudah rampung Bi tinggal menunggu ujian skripsi aja”, senengnya membaca kabar gembira dari Umi hehe. “Mohon do’anya nggeh Bi untuk ujian skripsinya Umi tanggal 2-5 April mendatang” tambahnya. “Semoga ujiannya lancar sayang, AMIN” balasku hehe. “Umi, semua usaha yang dilakukan dengan sabar dan ikhlas pasti akan berbuah manis, jangan mengeluh hadapi dulu, Abi yakin Umi pasti bisa” SMS ku untuk Umi.

Bulan Maret 2012, bulan yang penuh dengan kejadian tak terduga dengan menyisakan kenangan duka dan bahagia. Semoga semua kejadian ini bisa menjadi pelajaran yang bisa saya ambil hikmahnya.

Pacaran ???

Sumber gambar dari google

Ehm, melihat judul diatas pasti sangat menarik dan menggelitik. Jaman sekarang ini permpuan, laki laki atau ikhwan/ahkwat sudah pada banyak tau tentang pacaran. Pacaran sendiri adalah nama baru, entah pacaran ini berasal dari bahasa mana sampai saat ini saya belum tau, mungkin sahabat blogger ada yang tau nggak, berasal dari manakah kata/istilah pacaran ini. Yang saya tau, kalau masih dipesantren pacaran itu namanya “sir siran”. Sir siran itu berasal dari bahasa Jawa yang artinya suka, sedangkan “sir siran” sendiri berasal dari kata bahasa arab yaitu berasal dari kata “sirri” yang artinya bersembunyi-sembunyi. Makanya setiap insan yang pacaran pasti dia akan sembunyi sembunyi dari keramaian hehe.

Mungkin seiring dengan pesatnya perkembangan jaman yang sudah dibilang modern ini, maka ada kata istilah pacaran. Bisa dibilang pacaran ini sir siran modern hehe, yang beda adalah prilaku orang pacaran jaman sekarang sangat menakutkan, dimana norma norma sudah tidak dipandang lagi, sangat memprihatinkan sekali. adahal jaman dulu melihat seorang wanita/laki laki aja sudah dikait kaitkan, bahwa itu sudah dianggap “menyukai”.

Ada sebuah cerita lucu, saat saya masih berada dipesantren, salah satu teman pengurus melihat seorang santriwati yang sedang berjalan didepan pondok santriwan. Entah setan apa yang sedang merasuki teman saya ini, dia memandang salah satu santriwati yang sedang ingin berbelanja kepasar tanpa berkedip. Na’as, tingkah laku teman saya diketahui oleh Kyai, setelah diurus ternyata dia suka sama santriwati tersebut. Akhirnya mereka dinikahkan dan Alhamdulillah sekarang sudah dikarunia 2 orang putra dan putri yang sangat cantik dan tampan.

Proses yang sangat cepat, tanpa ada pegang tangan antara sang laki laki dan wanita, apalagi jalan bareng ke mall atau hanya jalan jalan sekedar untuk menghapus rasa rindu. Berbeda dengan jaman sekarang, pacaran tidak sah kalau tidak saling bergandengan tangan, hmm ironi sekali. Padahal yang demikian ini malah belum tentu untuk melanjutkan kejenjang pernikahan. Mungkin ini efek dari pesatnya perkembangan jaman yang tidak diimbangi oleh ilmu yang mumpuni. Bahkan tidak sedikit akibat pacaran sampai ada istilah “hamil diluar nikah” kata orang Jawa LKMD (Lamaran Keri Meteng Dise’) na’udzubillah.

Sahabat blogger, beberapa hari ini saya sering sekali melihat berita berita dimedia elektronik, adanya bayi yang masih bertali pusar mati dibuang oleh ibunya, karena kehadirannya tidak diinginkan. Kenapa, kenapa ??. Apakah ini akibat dari perkembangan jaman atau tuntutkan jaman, dimana pacaran itu harus melupakan norma norma yang ada, bahkan sampai menjurus pada pergaulan bebas. Haruskah pacaran itu bergandeng tangan, bahkan sampai melakukan hal yang tidak diinginkan, tidak kan ?. Kalau memang kita suka sama seseorang jangan hanya memendam rasa dan bersembunyi dibalik tirai yang masih abu abu, tapi datangi dia kerumanhya, pinta dia pada orang tuanya. Jauhi pacaran yang sekiranya menjerumuskan pada kenistaaan, jangan tebuai dengan nikmat sesaat tapi menyesal hingga akhir hayat. Semoga postinngan ini bermanfaat.

Surat kangen untuk Mbak

Sumber gambar dari google

Assalamu’alaikum Mbak,

Bagaimana kabarnya Mbak disana ? Aku kangen sekali ingin bertemu Mbak. Apakah Mbak disana juga merasa kangen sama seperti yang aku rasakan Mbak ? Oh ya Mbak, semalem aku mimpi Mbak lagi maem berdua sama aku lo hehe. Dimimpi itu kita saling berebut tempe dan tahu, sama persis seperti dulu disaat kita berdua diajak ibu kesawah selalu berebut makanan favorit itu. Aku yakin Mbak gak akan melupakan kejadian 20 tahun silam, saat kita saling berebut tempe dan tahu, Mbak aku dorong kelumpur disebuah parit disawah hehe, akhirnya aku yang dapat hadiah ceramah dari Ibu hehe.

Sayang waktu begitu cepat berlalu, sejak Mbak lulus sekolah dasar, Ayah mengirim Mbak kepesantren, sejak itu pula aku gak pernah bertemu dengan Mbak. Ntah kenapa semalem aku mimpi bertengkar berebut sebuah tempe dan tahu dengan Mbak, lucu ya Mbak hehe. Dulu kata ayah, kalau bermimpi bertengkar itu kebalikannya, artinya ada yang lagi kangen, ternyata benar aku mendadak kangen sama Mbak.

Memang sejak aku sekolah SD Mbak sudah gak ada dirumah, sepi sekali rasanya rumah ini. Tak ada suara tangisan, tak ada suara*ricuh terdengar, padahal kala Mbak belum ke pesantren tiap hari kita bertengkar. Banyak sekali kenangan yang kita lalui bersama meski tidak selalu indah, tapi kenapa kini aku kangen sekali saat saat itu, dimana kita kumpul disebuah rumah kecil, saling berebut tempat sholat, berebut guling dan berebut untuk tidur dengan Ibu hehe.

Mbak, satu yang paling aku ingat sampai saat ini, ketika tahun 2006 saat Mbak pulang dari pesantren, bukan keceriaan yang Mbak dapat, tapi sebuah kesedihan, dimana Mbak merawat aku saat itu selama kurang lebih selama 1 bulan, Mbak menggendong aku kekamar mandi, kalau mengingat kejadian itu membuat aku meneteskan air mata. Betapa perhatiannya Mbak padaku, sampai saat inipun Mbak masih sering membelikan aku pulsa dan baju. Aku tau Mbak masih menganggap aku sebagai anak kecil, makanya Mbak masih penuh perhatian terhadap aku.

Mbak, aku berharap lebaran tahun ini kita bisa kumpul lagi dirumah mungil kita. Jaga Ibu dan Ayah disana, dan jangan lupa jaga kesehatan Mbak juga, jangan terlalu keras memforsir tenaga untuk bekerja. Aku sudah gak pantes Mbak kirimi baju baru dan lain lainnya, sebaliknya, seharusnya aku yang bebuat begitu, tapi Mbak selalu menolak dan mengingatkanku untuk selalu menabung untuk masa depan. Oh ya aku akan selalu ingat pesan pesan Mbak, untuk menjaga waktu sholat dan selalu mendo’akan Ayah dan Ibu. Rasanya tak cukup hanya dengan surat ini saja aku mengungkapkan rasa kangenku pada Mbak, tapi setidaknya aku bisa lengabarkan keadaanku disni baik baik saja. Sudah dulu ya Mbak saya akhiri surat ini, semoga surat ini bisa mengobati rasa rindu dan kangenku pada Mbak dan keluarga disana.

Wassalaam


Tulisan ini diikutkan pada GIVEAWAY : Aku Sayang Saudaraku yang diselenggarakan oleh Susindra

My Profil

Foto saya
Saya lahir, tumbuh, menghabiskan masa ABG di Jember dan sekarang saya mengais rejeki dengan menjadi seorang buruh di sebuah perkebunan di Banyuwangi. Motto dalam hidup saya "Jadikan Hidup Kamu Hari ini Lebih Baik Dari Hari Kemarin"

Post. Terbaru

Followers