Tampilkan postingan dengan label Giveaway. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Giveaway. Tampilkan semua postingan

Ingin Seperti Kakek


Foto diatas adalah foto Kakek [Tarmi Taher] dan Nenek [Farida] saya bersama turis yang nyasar, hehe. Foto diambil sekitar tahun 1996. Alhamdulillah Nenek masih sehat wal 'afiat sampai saat ini. Tapi sayang Kakek sudah wafat pada tahun 1999, tepatnya tanggal 9 Syawal 1420 H. Semua tidak mengira kalau kepergian Kakek begitu mendadak, pasalnya tidak ada firasat sedikitpun sebelum beliau meninggal. Karena beliau masih berpuasa sebulan penuh dan saat Idul Fitri beliau masih bersilaturrahmi kepada sanak saudara dan para tetangga.

Kepergiannya yang mendadak membuat semua keluarga dan tetangga terperangah tidak percaya. Tapi bagaimanapun namanya ajal tidak ada yang bisa mendeteteksinya kapan akan terjadi. Padahal pada 3 hari sebelumnya Kakek masih sehat dan bersedia untuk berfoto dalam acara wisuda Pak Lek saya.


Tidak pernah ada yang mengira kalau Ramadhan pada saat itu adalah Ramadhan terakhir bagi Kakek. Beliau menutup mata menghadap Ilahi dengan manis. Setelah sebulan berpuasa dan masih sempat bersilaturrahmi pada sanak saudara dan tetangga, beliau dipanggil menghadap_Nya. Sungguh itu impian semua manusia.

Banyak sekali pesan dan kesan yang bisa saya ambil dari sosok Kakek. Beliau sangat istiqomah sholat berjama'ah baik dirumah lebih-lebih dimasjid. Dan beliau juga seorang pekerja keras dan disiplin dalam mendidik putra-putrinya di segala hal, lebih-lebih dalam hal agama.

Banyak sekali kenangan saya bersama beliau. Karena sejak kecil beliau tinggal serumah bersama saya. Dan seandainya ini adalah Ramadhan terakhir bagi saya, saya ingin menjadi manusia yang lebih istiqomah dalam hal kebaikan serta menjadi kepala keluarga yang tegas, sekaligus menjadi pemimpin dan panutan bagi Umi, sebagaimana yang telah Kakek lakukan semasa hidupnya.

Siapa yang tak mau sukses dunia dan akhirat, semua pasti menginginkannya. Tapi untuk meraihnya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Semua perlu latihan dan kerja keras. Semoga Ramadhan tahun ini kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran yang ada didalamnya sehingga kita bisa menjadi manusia yang Rabbani. Amin

Tulisan ini diikutsertakan dalam Ceria Ramadhan Bersama Gamazoe dan Dhenok Habibie



   

Kakek Najib





Hmm. . ternyata wajahku sudah kriput.

Mungkin sebentar lagi aku akan menyusulmu menghadap_Nya, sayang.

Waktu terasa begitu cepat. Apakah tahun depan aku bisa bertemu dengan Ramadhan lagi.

Mmmm, semoga saja begitu.

“Kakekkk…ayo berangkat taraweh, Abi sama Umi sudah menunggu tuh” suara Nabhan membuyarkan lamunan Kakek Najib di depan Cermin .

"Iya sebentar, Kakek mau pakai kopyah dulu" sahut Kakek Najib dari dalam kamar.







Foto Jadul Saya

Foto diatas diambil dirumah kontrakan Bapak Antoni yang tak lain rumah Pak Dhe saya, dia seorang perawat di RSUD dr. Soebandi. Kalau tidak salah foto tersebut diambil pas saya kelas 2 SD sekitar tahun 1992 [saking lamanya sampai lupa hehe]. Ceritanya pas pulang sekolah Pak Toni (sapaan akrab Pak Antoni) memanggil Emak untuk mengambil foto saya. Yang saya herankan adalah kualitas kertas dan gambar fotonya masih bagus dan tajam. Coba foto jaman sekarang, gak tahan lama, entah kenapa. Apa mungkin orang jaman sekarang gak suka mencetak foto, sehingga banyak yang gak memperhatikan kualitas hasil cetakannya, orang sekarang lebih suka menyimpan file foto dari pada mencetaknya. Ahh, embo wes yang penting saya sudah dapat menyimpan foto masa kecil saya, kan lumayan bisa buat kenang-kenangan, ntar anak saya akan tau gimana Abinya waktu kecil, sangat unyu-unyu kan # pede banget.

Dan foto tampan diatas ini diambil beberapa minggu yang lalu. Saya memang sengaja eksyen diatas kuba Musholla yang ada didepan rumah. Karena kebetulan waktu itu saya sedang memperbaiki listrik kuba Musholla, mumpung ada HP berkamera sekalian deh bernarsis ria diatas sana. Kesimpulannya, dari semua foto yang ada, satu yang tak berubah, yaitu saya tetap kurus hehe.

Truss untuk Bunda Yati
 
Semangat yang tak pernah padam ngeblog dari Bunda yang membuat saya malu. Katanya yang muda yang berkarya, tapi bagi ukuran pemuda seperti saya, masih kalah jauh dari Bunda. Umur blognya aja sudah 4 tahun dan Bunda masih istiqomah menghiasinya dengan cerita ceria, itulah yang menjadi inspirasi bagi saya. Sering dulu sekitar pertengahan tahun 2011 Bunda sering curhat tentang kurangnya pengetahuan Bunda tentang IT. "Halaah gak usah dipikirkan Bun, ngbelog aja, orang kalau sudah bisa buka blog dan posting itu sudah dianggap bisa IT" itulah kalimat yang saya berikan pada Bunda dan saran saya buat Bunda, teruslah berkarya Bunda, karena semangat Bunda adalah cermin buat yang muda, khususnya saya.

 

Foto dan tulisan diikut-sertakan pada GiveAway - Pertamaku untuk Ultah Blog MISCELLANEOUS

Tiga Cerita Dariku

Sumber gambar dari google

Tiga, angka ganjil yang unik dan menarik untuk dibahas. Karena dalam agama Islam 3 [tiga] itu bagus, dan bahkan disunnahkan. Contohnya setiap bacaan dalam sholat [bacaan tasbih dalam sujud dan rukuk] disunnahkan dibaca 3 kali. 

Itu sedikit cerita  angka tiga [3] dalam agama Islam, dalam kehidupan sehari-hari aja angka tiga [3] itu lebih unik. Saya malah sering mendengar beli seribu dapat tiga [3], wah enak dong hehe. Dalam kehidupan saya sendiri, angka tiga [3] sudah melekat sejak saya masuk SMP. Karena pas SMP no absen saya belakangnya berangka tiga [3] yaitu 13. No absen ini berlangsung mulai kelas II sampai kelas III SMP.

Lain halnya ketika saya masuk SMA, saya mendapatkan hal istimewa dari salah seorang guru Olah Raga, beliau bernama Pak Tjuk Sugiarto. Beliau adalah orang yang bertipe sangat disiplin. Nah pas kelas tiga [III] SMA ini saya baru merasakan tangan mulus beliau menempel dipipi halus saya. Alasanya sangat simple karena saya terlambat mengikuti pelajarannya tiga menit, karena asik nongkrong dikantin sekolah. Tapi saya sangat bersyukur karena dengan kedisiplinan beliau saya berhasil mendapatkan bea siswa SUPERSEMAR selama hampir tiga tahun.

Itulah sekelumit kenangan masa ABG saya yang berhubungan dengan angka tiga. Dan bulan tiga ini banyak sekali kejutan yang saya terima. Mulai dari kabar dari Ibu Bidan kalau dalam beberapa bulan kedepan saya akan menjadi seorang ayah sampai sahabat karib saya yang bernama Andik, sabtu 23 Maret 2013 sudah resmi menjadi seorang ayah # Alhamdulillah. Tapi sayang saya masih belum mengetahui jenis kelamin anaknya, karena saat saya hubungi beberapa kali HP nya sibuk, SMS saya pun gak dibales. Tapi tenang saja Insya Allah hari ini saya akan menemui dia.

Cerita diatas adalah hal menyenangkan yang terjadi dibulan tiga tahun ini. Tapi pada bulan tiga ini pula saya merasakan jarum suntik menusuk anggota tubuh saya dan dua jahitan menghiasi tangan kiri saya. Karena pada Jum'at sore kemarin tangan saya sobek lumayan cukup dalam dan lebar kena sabetan pisau besar. Yah, mungkin ini adalah sebuah pengorbanan demi si Umi yang lagi ngidam kelapa muda alias degan yang berakhir tangan saya yang kena sabetan.

Itulah cerita tentang angka tiga yang beraneka ragam cerita, serta rasa dari saya. Tapi saya yakin semua angka itu sama, baik satu, dua, tiga atau seterusnya semua itu sama. Yang membedakan hanya bagaimana kita mengartikannya. Bukankah hidup itu bukan hanya sebatas angka, tapi sejauh mana kita berbuat, sudah baik atau belumkah kita, sudah tercapaikah cita-cita kita selama ini. Nah mumpung ada yang berulang tahun dibulan tiga ini, saya mengucapkan selamat Ulang Tahun untuk Cak RZ Hakim, Dede Dija, Dede Pascal dan Dede Alvin. Semoga dengan bertambahnya angka usia ini cita-citanya tercapai. AMIN


 ”POSTINGAN PENUH RASA SYUKUR INI UNTUK MEMERIAHKAN SYUKURAN RAME RAME MAMA CALVIN, LITTLE DIJA DAN ACACICU“

Pendidikan Moral Pancasila

Sumber gambar dari Google

“Indonesia, negara yang dulunya terlahir dari beberapa kerajaan, dimana menyatu menjadi satu kesatuan. Indonesia, terkenal sebagai bangsa yang beraneka ragam adat, budaya dan agama. Dan, Pancasila sebagai ideologi dasar negara Indonesia.”

Paragraf diatas adalah sisa-sisa kalimat yang aku ingat saat aku masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Yah, sebuah pelajaran Pendidikan Moral Pancasila, dimana kita diajarakan tentang wawasan nusantara, budi pekerti dan toleransi antara sesama. Namun seiring berjalannya waktu, seolah terkikis oleh perkembangan jaman modern, pelajaran ini sekarang hanya tinggal sebatas kurikulum saja.

Banyak yang mengatakan bangsa ini sudah kehilangan moralitas. Korupsi Nipotisme dan Kolusi seakan- akan sudah menjadi berita biasa negeri ini. Pemerintah kurang maksimal dalam menjalankan roda pemerintahan, saling sikut antar penguasa membuat rakyat senggsara. Ah, sudahlah jangan berfikir terlalu jauh, lihatlah diri sendiri dulu, apakah kita sudah bermanfaat dan sudah bermoral baik. Dengan begitu kita tidak akan mudah melemparkan suatu kesalahan yang belum benar adanya kepada orang lain atau pihak-pihak lain.

Permasalahan yang ada sebaiknya diselesaikan secara benar dan tepat. Stop saling memaki, menghujat dan merusak, dengan demikian akan tercipta sebuah kondisi yang aman dan kondusif. Dukung pemerintahan yang ada, meski sadar atau tidak, kebijakan yang dibuat terkadang menyesakkan, tapi sebaik kita harus berhusnudzon saja sama pemerintah. Jika memang tidak puas sampaikan dengan baik dan benar tanpa harus ada yang dirugikan. Dan, satu lagi yang sangat memprihatinkan, tidak semua berita dan informasi yang ada itu benar adanya, maka jadilah warga negara yang cerdas, yang bisa menyaring berita dan informasi.

Bangkitlah Bangsaku !!
Jadilah bangsa yang bermartabat, bangsa yang bermoral dan bangsa yang disegani. Wahai para Bapak pemimpin, jadilah pimpinan sekaligus panutan pagi rakyatnya. Bangsa yang kokoh adalah bangsa yang mempunyai pondasi dasar kuat. Pancasila sebagai dasar pondasi bangsa ini sudah seharusnyalah kita perpatokan padanya.

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bangkit di BlogCamp

Sebuah Pengalaman Berharga

Sumber gambar dari Google

Susahnya mencari pekerjaan jaman sekarang ini memang sangat sulit, aku sudah pernah merasakannya. Kesana kemari menenteng surat lamaran, keluar masuk dari instansi satu ke instansi lainnya. Tiap hari kerjaannya hanya menunggu telp atau menununggu Pak Pos datang bertamu kerumah untuk membawa surat panggilan kerja. Menyerah, itulah yang pernah tebesit dalam benakku, untungnya fikiran itu tidak terlalu lama mengendap dalam benakku.

Suatu hari betapa senangnya hatiku, sebuah SMS masuk ke HP ku, “diharap kehadirannya besok tanggal …bla..bla..bla #sudah lupa isinya#, dengan membawa persyaratan yang sudah ditentukan, tak henti hentinya aku bersyukur. Angan anganku pun melayang jauh, membayangkan interview yang akan terjadi besok. Keesokan harinya, aku sudah berpakaian rapi dan membawa semua persyaratan yang diminta. Anganpun mulai melayang, mengkhayal tentang apa yang akan terjadi kemudian hari seandainya aku diterima bekerja disana.

Pagi pagi sekali akupun berangkat dari rumah menuju alamat yang sudah direkomendasikan oleh perusahaan tersebut, ditemani si Kuning (Sepeda Balap) yang selalu setia menenamiku sejak aku SMA sampai tamat SMA, aku mengayuh perlahan lahan menikmati jalanan yang sudah lama tidak aku lewati. Sesampainya disana, entah mimpi apa aku semalam, khayalan yang semalam aku bayangkan sangat tidak mirip dengan apa yang aku bayangkan. “Naik apa kesini Mas ?” tanya seorang personalia padaku. “Naik sepeda ontel Pak” jawabku. “Punya sepeda motor Mas ?” tanyanya lagi, “ Enggak Pak” jawabku. “Maaf Mas kami membutuhkan karyawan yang mempunyai sepeda motor” sambungnya. Hah ???? kenapa dalam pesan singkat tersebut tidak disebutkan harus mempunyai sepeda motor. Kecewa, pasti itu.

Ya sudahlah, mungkin bukan takdirku untuk bekerja disana, dan pengalaman yang lainnya, aku malah diminta uang sekian juta oleh salah satu Instansi pemerintahan untuk memuluskan supaya aku diterima ditempat tersebut. Hadehh, mau cari uang kok harus bayar dulu sih !!. Dari pengalaman tersebut aku berjanji dan aku yakin tanpa harus mempunyai sepeda motor dan membayar suatu saat nanti pasti aku akan meraih semua cita citaku.

Baru pada awal tahun 2007 aku bekerja operator warnet, sambil mencari batu loncatan kesana kemari mengirimkan lamaran pekerjaan. Dan alhamdulillah diawal 2009 aku diterima di salah satu perusahaan BUMN. Dari sini aku sadar, bahwa semua yang telah aku lalui hanyalah sebuah pembentukan mental untuk tidak putus asa dalam meraih cita cita. Disini (tempat kerjaku yang baru) aku mendapatkan banyak sekali pelajaran, bukan hanya sekedar materi, tetapi sosial terhadap lingkungan sekitar juga aku dapatkan. Aku bisa membuktikan, ternyata tidak harus punya sepeda motor untuk bekerja dan tidak harus membayar untuk meraih sebuah cita cita.

Kini sudah tahun 4 aku bekerja sebagai karyawan BUMN ini. Rasanya masih banyak sekali hal hal yang ingin aku raih, terutama segera menikah dan mempunyai keluarga kecil yang bahagia. Bukan hanya itu, impian utamaku adalah naik haji bersama Umi hehehe. Satu hal yang bisa aku pelajari dalam pengalaman kehidupan ini, mencari ilmu bukan semata mata kelak untuk mencari sebuah materi, melainkan supaya aku tidak menjadi orang yang mudah dibodohi. Biarlah ilmu itu mengalir dan bermanfaat, serta menghasilkan sebuah karya yang menghasilkan sebuah kebaikan dunia dan akhirat.

Selamat ulang tahun Mbak Noorma, panjang umur dan semoga bisa menjadi Ibu yang baik untuk keluarga. Oh ya semoga dedek yang ada didalam rahim sehat selalu dan terlahir menjadi anak yang sholeh dan sholehah AMIN.


"Tulisan ini diikutsertakan dalam GiveAway Cah Kesesi AyuTea yang diselenggarakan oleh Noorma Fitriana M. Zain"

Plesiran ke Makam Para Wali


Awal Februari kemarin saya sempat berkunjung ziarah ke makam para Sunan Wali Songo. Kunjungan saya ini bukan yang pertama kalinya, 9 tahun yang lalu saya sudah pernah mengunjunginya, tapi suasananya sudah sedikit berbeda dengan 9 tahun lalu. Terdapat beberapa obyek yang sudah mengalami perubahan karena renovasi. Hanya satu yang tidak berubah masih banyaknya para pengemis jalanan yang rata-rata masih anak dibawah umur.

Sunan Bonang tempat pertama yang saya kunjungi. Sunan Bonang ini berada di Tuban, 9 tahun yang lalu untuk menuju makam sunan Bonang kendaraan besar seperti Bus dan kendaraan lainnya bisa parkir dekat alun-alun kota Tuban, tapi kemarin pas saya kesana, eh sudah ada lahan khusus untuk parkir, jadi untuk menuju makam Sunan Bonang saya naik becak dengan tarifnya Rp. 5000/orang, meski kenyataannya becaknya berisi 2 orang hehe. Ada yang unik disini, ada seorang yang tak dikenal yang langsung mengambil foto tanpa ijin dan pada akhirnya meminta uang tebusan dari hasil jempretannya itu, kata tukang becak yang berada disana mereka adalah fotografer jalanan, tarifnya hanya Rp. 5000/foto dan saya berhasil mereka jempret meski akhirnya saya hanya membayar Rp.2000 + foto saya lumayanlah buat kenang²an sang fotografer jalanan tersebut.


Sunan Drajat berada di Lamongan, yang berubah saat ini adalah adanya pasar yang sudah tertata rapi disana. Sudah tidak adanya orang-orang yang merapikan sandal atau sepatu disana, hanya para pengemis jalanan yang 9 tahun lalu masih saya temui disana. Sayang fasilitas yang disediakan oleh pihak pengelola pun terbatas, masak ambil wudhu’ sama mandi tarifnya sama, lain halnya di Sunan Bonang semuanya serba gratis.



Disunan Kudus kami beristirahat dan lumayanlah bisa meluruskan punggung dan mendinginkan pantat yang sudah panas sekali karena efek menempuh perjalanan jauh hehe. Iseng-iseng saya bertanya pada salah satu orang penjaga yang ada disana. Kenapa Gapuro itu berdiri di depan Masjid Agung ini Pak ? tanya saya. Dan bapak tersebut menceritakan sejarah tentang gapura tersebut. Gapuro berasal dari bahasa arab yaitu Ghofuro yang artinya ampunan atau pengampuan. Makanya gapuro itu sengaja dibangun didepan Masjid untuk menarik masyarakat untuk bertaubat dan masuk Islam, karena bangunan gapuro itu sendiri adalah bangunan khas umat Hindu-Budha. Oooo baru tau saya.



Akhirnya rombongan sampai Demak sekitar jam 3 dini hari. Karena seharian belum mandi sayapun mandi di Demak, ada yang aneh dengan airnya, airnya terasa sedikit asin hehe. Sambil menunggu adzan subuh saya berkeliling ke musium yang ada di sebelah utara Masjid Demak, disana ada sejarah perjalanan para sunan Wali songo serta silsilah keturunan Raja Demak dan para sunan lainnya.


Sunan Muria, buat saya perjalanan menuju sunan Muria sangat mengesankan, diiringi dengan gerimis saya dan anggota rombongan mendaki gunung dengan jarak +1.7 Km untuk menuju ke makam sunan Muria ini. Meski capek dan nafas yang sudah ngos²an itu tidak membuat saya dan para rombongan menyerah, untungya kanan kiri sepanjang jalan tersebut banyak pedagang kaki lima yang menjual makanan dan barang untuk oleh-oleh. Aslinya untuk menuju ke Makam Sunan Muria bisa di tempuh dengan naik ojek dengan tarif Rp. 10.000, tapi kata sebagian anggota rombongan “kalau berjalan hitung-hitung latihan thawaf, siapa tau tahun depan naik haji hehe” Amin.



Sesampainya disunan Giri ini kebetulan saya bareng sama salah satu menteri yang berkunjung, jadi ada pengawalan ketat dari aparat setempat. Untuk menuju ke Makam Sunan Giri ini, kalau mobil pribadi bisa parkir dekat pesarean Makam Sunan Giri, tapi masih naik gunung meski gak setinggi di Sunan Muria. Bagi yang naik Bus dari terminal bisa naik ojek atau naik dokar, dengan tarif, kalau ojek Rp. 5000/orang, kalau dokar Rp. 10.000/5 orang. Disunan Ampel (Surabaya), Sunan Maulana Malik Ibrahim (Gresik) dan Sunan Kalijogo (Jawa Tengah) tidak mengalami banyak perubahan, kondisinya sama dengan 9 tahun lalu #perasaan saya aja lo hehe.

Banyak sih buku-buku yang menceritakan tentang sejarah para sunan-sunan wali songo ini, tapi saya hanya ingin mengetahui langsung sejarah perjuangan beliau. Sahabat Blogger, ziarah ke makam para wali atau kemanapun itu jangan sampai diniatkan untuk mencari sesuatu yang bisa mendatangkan keajaiban atau yang lainnya, melainkan untuk belajar mengetahui sejarah dan perjuanganya. Kurang afdhol rasanya kalau belum langsung mengetahui sisa-sisa perjuangan para wali ini. Ada orang bilang “Jangan bilang rasa garam itu asin kalau belum pernah memakannya”, rasakan dan ambil ilmu serta hikmah didalamnya.

“Tulisan ini diikutkan  pada  Giveaway Pertama di Kisahku bersama Kakakin “ 

Harapan dan Do'aku

Harapan dan Do'aku

Saat pertama aku mengenalmu
Diriku tersipu malu melihatmu
Padahal hanya kemarin kita bertemu
Kini kau akan menjadi milikku

Yah, kemarin memang ada luka dihatiku
Dan kini kau datang menjadi obat luka laraku
Sayang, maukah engkau aku ajak kepenghulu
Karena aku ingin engkau halal bagiku

Tuhan, pertemukan cinta kami dengan ridhoMu
Supaya aku bisa menyempurnakan agamaku
Tuhan, kabulkanlah do’aku
AMIN

“Ungkapan Anti Biasa, Ungkapan Dengan HTML“

Akhirnya bisa juga buat puisi, ntah apa itu maknanya tapi itulah isi hatiku, matur nuwon Pak Marsudiyanto.

Kata Emak, Cinta Itu ...


Malam minggu, identik dengan kaula muda yang sedang asik memadu asmara dan memadu cinta. Padahal tadi saya iseng-iseng bertanya pada Emak, Mak cinta itu apa sih ? Emak tersenyum. Emak ndak tau nak, sahut Emak. Sejenak fikiran saya berkhayal, apa mungkin saya akan jadi seperti ini tanpa ada rasa cinta dari seorang Emak, hmm mustahil deh.

Emak memang nggak tau tentang arti cinta, tapi Emak tau cara mencintai. Cinta itu adalah wujud/bentuk kasih dan sayang, bukan sebuah ungkapan kasih dan sayang. Cinta adalah memberi tanpa mengharap balasan, itulah kesimpulan yang saya ambil dari Emak.

Cinta, sebuah kata yang sangat indah didengar dan dirasa. Bahkan sampai ada ungkapan cinta itu buta, cinta itu gila padahal tidak begitu. Mungkin yang beranggapan cinta itu buta dan cinta itu gila, karena mereka sudah tidak memperdulikan sekitarnya,sehinggga prilaku mereka sangat merugikan, serasa dunia milik kita berdua hehehe.

Cinta itu adalah anugerah dari sang Kholiq untuk semua makhluknya, oleh karena itu kita harus menjaganya. Memang mudah mengucapkan kata cinta, tapi sulit untuk mengaplikasikannya. “Aku cinta padamu” kata seorang laki² pada seorang perempuan, awalnya sangat indah, tapi setelah beberapa bulan keindahan itu berubah jadi dendam.

Tak perlu kita berkoar koar untuk mengucapkan kata cinta, tapi perwujudan dari rasa cinta itulah yang harus kita tunjukkan. Seumur hidup saya, saya belum pernah menyatakan cinta pada seorang perempuan, tapi saya hanya meminta “maukah kau menikah denganku” hehehe.

Wah² inilah efek malam minggu sendirian tanpa ada seorang teman untuk bicara hehehe. Tentang kriteria seorang istri, setiap laki² pasti menginginkan wanita yang baik, sholehah, sabar, penyayang dan menerima kekurangan pasangannya. Oh ya, Emak terima kasih banyak atas cinta dan Insprirasinya, karena obrolan kita tadi sore saya bisa ikutan kontesnya Mbak Zoothera. Untuk yang berada nun jauh disana terima kasih sudah menerima aku apa adanya hehehe. Satu kata terakhir yang sangat saya suka “Tambahkan cinta dan kurangi Benci”

Tulisan ini saya ikutsertakan di acara 5th Anniversary Giveaway: Ce.I.eN.Te.A yang diselenggarakan oleh zoothera

Gurindam Setelah Bulan Sebelas



Kepasar hanya beli semangka
Assalamu’alaikum Mbak Yunda dan Kak Thia

Meski Dzulhijjah sudah pergi
Kita sambut Muharram nan suci

Pergi ke Mekah tuk berhaji
Semoga kita bisa memperbaiki diri

Sebelas hal terbaru tentang saya dan keluarga

1.      Saya anak terakhir dari 2 bersaudara
2.      Alhamdulillah sudah tidak jomblo lagi hehehe
3.      Keturunan blesteran Ibu Jawa dan Ayah Madura
4.      Meski keturunan Madura belum sekalipun menginjakkan kaki di Pulau Madura
5.      Akhir akhir ini suka males untuk mengurus blog ini
6.      Ayah seorang petani dan peternak sapi (padahal cuma punya 1)
7.      Ibu mempunyai usaha Warteg (mungkin ada yang berminat menerima pesanan juga hehe)
8.      Kakak saya perempuan dan baru saja lulus dari pesantren, sekarang jadi penjahit meski masih amatir tapi lumayan saya sering dibelikan pulsa hehehe
9.      Saya baru saja menjadi seorang Kakek karena ponakan baru saja melahirkan seorang bayi mungil
10.   Jarang bisa tidur pada malam hari alias suka begadang hehehe
11.   Sudah mulai istiqomah main bola lagi semenjak kaki patah 3 tahun lalu



Sebelas janji saya ditahun ini (1433 H)

1.      Tidak malas untuk beraktifitas, baik didunia nyata maupun didunia maya
2.      Tidak menunda nunda pekerjaan yang setiap hari selalu ada
3.      Bisa mengatur waktu dengan efesien dan tepat guna
4.      Istiqomah sholat berjama’ah 5 waktu dan sholat sunnah lainnya
5.      Istiqomah baca Al-Qur’an dan tafsirnya
6.      Merubah tidak tidur lagi setelah sholat shubuh
7.      Tidak mau begadang kecuali laporan belum selesai
8.      Menjaga pola makan, makanya saya gak gemuk² makannya tidak teratur hehehe
9.      Tidak mau mudah termakan omongan orang lain lagi
10.   Rajin olah raga terutama sepak bola
11.   Segera melangsungkan pernikahan sama si Umi hehehe

Sebelas yang tak tak akan diulangi karena buruknya atau bisa juga yang paling berkesan karena baiknya ditahun 1432 H

1.      Ketinggalan sholat berjama’ah sehingga sering di tegur Ayah
2.      Bangun kesiangan sehingga telat untuk berangkat kerja
3.      Tidak pingin kebut²an lagi, karena 3 bulan lalu saya kecelakaan
4.      Tidak mau memakan makanan yang pedas
5.      Bertemu dengan Umi adalah hal yang paling Indah dalam sejarah hidup saya hehe
6.      Nongkrong sama teman² sampai larut malam
7.      Menunda untuk mencuci pakaian sampai stock baju habis hehehe
8.      Mempercayai omongan orang lain yang bisa menimbulkan fitnah
9.      Tidak lagi menunda nunda membersihkan rumah dinas, soalnya setelah di kontrol rumah dinas yang saya tempati mempunyai nilai C
10.   Tidak lagi menelantarkan tanaman karang kitri yang ada didepan rumah dinas
11.   Lupa mengunci rumah saat mau pergi pulang (mudik mungguan) hehehe.

Makan nasi putih di dekat empang
Meski tidak menang yang penting nampang

Jus anggur jus tomat
Sekian dari saya semoga bermanfaat

Pergi kesawah bersama Ayah
Selamat Tahun Baru 1433 Hijriyah


Tulisan ini saya ikutsertakan di acara Gurindam Muharam Plus 33 yang diselenggarakan oleh Yunda Hamasah dan Lyliana Thia

Dear Pahlawanku : Pak Harto

Sumber gamber dari Google

Assalamu’alaykum Pak Harto
Salam sejahtera selalu untuk Anda

Sebelumnya saya mohon maaf Pak, mungkin saya sudah lancang karena berani mengeluarkan uneg² saya ini Pak. Saya yakin Bapak bukan seperti kebayakan yang orang sangka, kalau bapak itu diktator, bapak itu kejam dan bahkan gak kenal dengan istilah HAM. Salah !! saya tidak setuju, pemerintah tidak salah menjuluki Anda sebagai Bapak Pembangunan di negeri ini. Mungkin yang mereka tau karena bapak menjabat dan memimpin negeri ini sangat lama sekali sehingga lawan politik bapak berfikiran kotor, hmmm suatu pemikiran yang sangat dangkal. Mengapa mereka tidak melihat apa yang sudah bapak perbuat untuk negeri ini.

Tapi tenang Pak, saya masih percaya sama bapak, yang saya tau Bapak telah memuliakan kaum kecil seperti Petani, Nelayan dan Buruh. Mungkin saat ini bangsa ini sangat membutuhkan sosok seorang seperti bapak, yang tegas dalam mengambil keputusan dan sangat menyayangi masyarakat kecil seperti saya. Kasak kusuk mengenai bapak mulai santer ketika Bapak teralu lama tinggal didalam Istana.

Tidak hanya itu mereka bahkan menuduh bapak sebagai koruptor, hmm saya juga gak berani berkomentar tentang hal itu. Tapi setelah beberapa tahun ini kami sebagai rakyat kecil sangat merindukan bapak. Karena bapak, hasil bumi bisa kita terkenal dan mendunia, kami pun gak sampai membeli beras ke negara tetangga, sekolah tidak mahal dan tidak ada yang namanya teroris. Dan yang membuat saya bangga, bapak tidak memberikan kesempatan sedikitpun pada negara lain untuk mengambil sejengkal tanah negeri ini.

Yahh, sudahlah biar masyarakat yang menilai dan merasakan lebih enak mana jaman bapak memimpin dengan jaman saat ini. Kalau toh bapak di tuduh korupsi dan lain² itu hak mereka. Kemana sahabat bapak yang selama ini selalu bersama difoto² itu, hmm apa benar dalam politik tidak ada persahabatan yang kekal, hanya kepentinganlah yang abadi.

Mudah-mudahan saya terhindar dari orang-orang yang semasa bapak memegang jabatan Presiden, selalu mendekat-dekat, menjilat dan mencari muka. Pada waktu bapak tidak lagi menjadi Presiden orang-orang itu pula yang bersuara lantang menghujat, mencaci, melempar segala kesalahan kepada bapak. Saya akan berusaha meneruskan cita cita bapak untuk terus memajukan dan mengharumkan nama Bangsa ini pada dunia.

Salam hormat dari saya,








Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Dear Pahlawanku
yang diselenggarakan oleh :


Sponsored By :


P. Haji Mengejar Layang Layang


Mengingat masa-masa lalu itu indah rasanya. Saya mencoba mengenang masa lalu, dimana jaman masih belum begitu modern, TV, Radio dan Tape masih menjadi barang langka jadi hiburan sehari-sehari kebayakan main disawah atau bermain layang-layang.

Tapi hal yang paling seru dan masih sering saya lakukan sampai saat ini yaitu bercanda sambil bermain teka teki bersama teman-teman atau sama ponakan kecilku, teka teki kata orang didaerah sekitarku disebut juga bede’an. Bermain teka teki itu memang asik, selain kita bisa mengasah otak, kita juga bisa bergaurau disaat teka teki itu tidak terpecahkan.


Teka teki jaman sekarang sudah beraneka ragam, mulai dari permaianan menyusun sesuatu benda sampai memecahkan suatu kata. Teka teki yang masih saya ingat sampai detik ini adalah dulu waktu masih SMP saya mempunyai teman yang sentiment pada salah seorang tetangganya, maklum teman saya ini memang jahil habis. Kebetulan tetangganya adalah seorang lelaki yang sudah naik haji.

Teman saya memberi tebakan (teka teki) pada saya dan teman saya, putih putih jalan mundur apa hayo ?? yang bisa dapat permen, kata temanku. Kami pada mikir apaan ya(sambil garuk garuk kepala hehe)..setelah beberapa lama gak ada jawaban yang pas, bahkan jawabannya gak nyambung akhirnya menyerah juga. Jawabannya adalah P. Haji lagi tanam padi (sambil menunjuk si tetangga), jiahhhh hehehe. Ada lagi, putih putih berlari apa hayoo ???. Temanku menjawab P. Haji mengejar si Mamat hehehe, salah, P. Haji sedang bermain bola hehe, salah juga, sudah ah menyerah. Yang benar P. Haji sedang mengejar layang layang hehehe.

Teka teki diatas ada karena kami lagi suntuk jadi teman jahil saya memecahkan kesuntukan dengan mengobyekkan P Haji hehe. Tapi ini hanya tebakan tidak bermaksud untuk menyinggung orang lain. Lah, kebetulan Kak Fanny memberi teka teki yang sedikit unik, karena kata Kak Fanny ada 1 benda rumah yang bisa menjadi Alat tulis, bisa jadi perkara, bisa tidak berguna dan bahkan bisa jadi Tentara, padahal ini satu kata, hanya dengan mengganti salah satu huruf diantara huruf yang lain maka jadilah bermacam macam seperti diatas, keterangan lebih lanjut dan jelas segeralah meluncur keTKP hehehe. Oh ya teka teki yang di berikan Kak Fanny ini berhadiah lo, bagi yang berminat ayo segara ikutan.


Sumber Gambar dari Google

Naik Trans Yogya

Photobucket

Awalnya hanya sebuah mimpi, bagaimana saya bisa pergi ke Yogyakarta. Alhamdulilllah mimpi itu terwujud juga meski sedikit melenceng dengan angan-angan saya selama ini. Saya ingin ke Yogyakarta sendiri dan mau berkeliling ria sepuasnya, tapi itu hanya sebuah angan-angan.

Dan pada awal Oktober kemarin saya berkesempatan untuk pergi ke Yogyakarta untuk pertama kalinya. Tapi kali ini bukan untuk berlibur, melainkan untuk sebuah pekerjaan yang saya tekuni. Awalnya saya sedikit ragu dengan kepercyaan diri saya untuk pergi kesebuah kota besar, maklum saya gak pernah keluar kota sendirian. Berangkat sore dari Banyuwangi sampai Yogya masih gelap, tepatnya subuh.

Saya memutuskan untuk naik ojek ketempat saya menginap. Sesampai dipenginapan saya terkejut, kok besar banget sih penginapannya, padahal seumur-umur baru pertama kali saya tidur disebuah hotel gedhe, yang berfasiltaskan AC dan menyebabkan saya flu yang tak kunjung sembuh (ndeso tenan) hehe.

Hotel LPP Convention Demangan Mliwis Yogyakarta

Setalah beberapa hari mendekam dikamar akhirnya saya bisa beradaptasi dengan lingkungan kamar yang ber-AC. 2 hari kemudian saya berniat untuk menelusuri kota Yogyakarta dengan Trans Yogya yang konon katanya hanya dengan Rp. 3000 kita bisa berkeliling kota Yogyakarta. Tanpa ragu ragu saya bertanya pada salah satu recepsionis hotel,

Mbak naik apa kalau dari sini mau ke Malioborro ? tanya saya
Naik Trans Yogya aja Mas, tinggal tunggu di Halte, langsung deh diantar sampai tujuan, jawab si recepsionis
Apa benar kita hanya bayar Rp. 3.000 untuk keliling Yogyakarta Mbak ?
Iya Mas,
Ooo…terima kasih Mbak.... Langsung deh meluncur ke Halte Trans Yogya yang berada tak jauh dari penginapan saya.

Kejadian lucu berawal dari sebuah Halte Trans Yogya. Dengan lugunya saya langsung nylonong masuk ke Halte tersebut, kok pintunya gak bisa dibuka gimana nih, padahal sudah ada bus yang tujuannya ke Malioboro, pikiran saya apa mungkin pintunya rusak. Akhirnya saya memutuskan untuk meloncati pintu yang tingginya kurang lebih 40 CM tersebut. Belum menginjakkan kaki saya ditegur oleh petugas Halte.

Mas mau kemana ? Tanya petugas Halte
Saya mau ke Malioboro Pak.
Bayar dulu baru pintunya bisa terbuka,

Dieeerrr malunya diriku hehehe. Maklum ditempat saya untuk naik bis aturannya naik dulu baru bayar, ini malah terbalik hehehe.

Dengan perasaaan malu saya pun naik Bus Trans Yogya, mungkin karena perasaan malu itu masih ada saya jadi gugup sampai-sampai dompet dan uang saya jatuh, meski dompetnya kembali tapi uangnya hilang, untungnya isi dompet tidak hilang semuanya dan saya bisa bernafas lega (Alhamdulillah).

Setelah puas berkeliling Malioboro dan Yogya saya kembali ke hotel. Mungkin saya terlalu lelah, setelah sholat Ashar di Musholla saya kembali kekamar, dan ternyata saya salah masuk kamar hehehe. Wah benar-benar pengalaman pertama yang mengesankan dan memalukan.

Dengan pengalaman ini saya menyimpulkan janganlah malu bertanya jika kita sedang ada di kota orang, apalagi kota besar bisa tersesat dan memalukan seperti yang terjadi pada saya hehehe. Apapun hal yang pertama untuk kita pasti mengesankan meski tidak semua indah, tapi dibalik semua kejadian itu pasti ada hikmahnya.

Artikel ini disertakan dalam

Sarung Kusut


Assalamu’alaykum para sahabat dunia mayaku semuanya…

Postingan kali ini tetep masih dalam nuansa kontes/giveaway yang diadakan oleh Kakak dunia maya saya yaitu Kaka Akin. Temanya pun sangat unik yaitu pengalaman unik yang berkaiatan dengan “sarung”. Semula saya menganggap Kaka Akin adalah juragan sarung karena dia rela bagi² sarung, dan sarung yang dibagi²kan tidak main² yaitu sarung Samarinda, sarung yang sudah terkenal diseluruh negeri ini, baik kualitas maupun motifnya, ternyata acara ini diadakan dalam rangka hari lahir Kaka Akin yang jatuh pada tanggal 27 Agustus kemarin hehehe.

Sarung merupakan sepotong kain lebar yang dijahit pada kedua ujungnya sehingga berbentuk seperti pipa/tabung. Kain sarung dibuat dari bermacam-macam bahan: katun atau sutera. Penggunaan sarung sangat luas, untuk santai di rumah hingga pada penggunaan resmi seperti ibadah atau upacara perkawinan. Pada umumnya penggunaan kain sarung pada acara resmi terkait sebagai pelengkap baju daerah tertentu.

Ada sebuah pengalaman lucu semasa saya masih dipesantren yang masih berhubungan erat dengan sarung. Dulu saya pernah mengenyam pendidikan disalah satu pesantren salaf (kuno) meski hanya sebentar yang mana pakaian sehari² adalah sarung. Sarung kusut sudah menjadi pemandangan dipesantren kala itu, karena pesantren yang saya tempati masih belum mengenal setrika listrik. Tapi untuk menyiasati sarung supaya tidak kusut yaitu dengan menjadikan sarung sebagai alas dibawah bantal setelah dilipat rapi meski hasilnya tidak maksimal tapi agak rapilah sedikit hehehe atau dengan menjemur sarung dengan kedua bambu yang digantung.


Kebiasaaan dipesantren pun sedikit unik dan kadang menjengkelkan kerena ada kebiasaan yang sampai saat ini masih berlaku yaitu ghosob atau memakai/meminjam barang orang lain tanpa pamitan/ijin pemiliknya, mungkin itu sebentuk solidaritas persahabatan atau toleransi antar sesama santri saya gak tau. Pernah pengamalan pribadi saya gara² sarungku dipakai teman tanpa ijin, saya pun telat sholat berjama'ah shubuh dan dihukum untuk mengepel masjid, alasannya gak ada sarung untuk sholat terpaksa deh menunggu teman untuk meminjamnya. Bukan hanya saya yang sering jadi korban gara² gak ada sarung untuk sholat berjamah tapi santri lainnya juga banyak hehehe. Meski menggunakan celana panjang tidak masalah tapi tetep aja kena hukum, soalnya dulu menggunakan sarung hukumnya wajib hehehe.

Lain halnya dipesantren, di Lamongan juga ada suatu tradisi yaitu membagi²kan sarung kepada teman atau kerabat terdekat, hanya tradisi ini dilakukan oleh beberapa tokoh masyarakat saja, seperti keluraga Kyai dan para pengusaha. Kemarin Umi Nikita bercerita bahwa dia dapat sarung dari temannya yang ada di Lamongan duhh senengnya hehehe. Mungkin benar yang diceritakan para sahabat tentang sarung, bahwa sarung itu multifungsi dan untuk semua kalangan.

Postingan ini diikut sertakan dalam acara “BERBAGI CERITA TENTANG SARUNG“ oleh Kaka Akin

NB :
Sumber gambar dari google.com

Keturunan Sang Cerpenis


Assalamu’alaikum semuanya para sohabat Netter……

Sebelum masuk pada pokok permasalahan inti, saya mau mengenalkan dulu pada para sahabat blogger semuanya sebuah blog yang isinya bagus dan lucu lucu yaitu Sang Cerpenis Bercerita yang dimanajeri oleh Kak Fanny dari Jakarta (bila ada yang belum kenal). Selain bagus dan lucu lucu blog ini juga rajin mereview blog orang lain tanpa diduga hehehe dan kebetulan Kak Fanny pernah mereview blog saya meski ada yang lucu disalah satu komentar dipostingan itu yang menganggap bahwa saya adalah Sang Pangerannya. Padahal sang pangeran sudah pernah diposting diblognya dan kemarin kabar terkini tentang sang pangeran bersama Kak Fanny sedang berlibur cihuyyyy. Jujur baru kali ini saya bisa melihat foto Kak Fanny dengan jelas dan gamblang, soalnya foto² sebelumnya kecil banget hehehe.

Hmmm ternyata intermezzonya sudah panjang nih, intinya postingan ini saya ikutkan dalam acara giveawaynya Kak Fanny dalam rangka menyambut postingan yang ke 1500 wow sebuah karya yang fantastis. Syaratnya gampang² susah yaitu hanya memilih salah satu postingan yang disukai, hmmm dari 1500 hanya memilih 1 postingan yang disukai sebuah pilihan yang sangat sulit, karena postingannya bagus² jadi bingung memilihnya, tapi namanya syarat ya harus tetap dilaksanakan.

Dan postingan yang saya pilih jatuh pada postingan yang berjudul “Keturunan Yang Kedelapan” postingan ini mirip sekali dengan sebuah iklan salah satu produk layanan operator yang baru baru ini ditayangkan di televisi televisi. Meski sebuah joke tapi ada benarnya juga kita tidak boleh mengandalkan harta warisan orang tua, lebih baik berusaha dengan jerih payah sendiri dari pada mengandalkan warisan harta orang tua, apalagi harta yang diturunkan hanya mampu untuk turunan yang ke 5 pasti yang kedelapan gak akan kebagian hehehe.

Postingan ini diikut sertakan dalam acara giveaway Sang Cerpenis Bercerita

Hidangan Pembuka Kolek

Hidangan pembuka untuk berbuka puasa yang bagus untuk kesehatan tubuh kita adalah makanan ringan yang sekiranya tidak membuat lambung kita kaget dalam beroperasi. Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Biasanya pada saat berbuka puasa kita sering terjebak dengan nafsu makan yang sangat tinggi, maksudnya semua menu yang ada didepan kita langsung dilahap. Padahal anjuran Nabi hidangan pembuka saat berbuka puasa adalah makanan atau minuman yang manis – manis. Contoh sederhana hidangan pembuka saat berbuka puasa adalah kolek (kolak). Kolek ini sangat populer dan dikenal di seluruh penjuru Indonesia, karena pembuatannya mudah dan bahan bahannya pun mudah didapat.



Sedikit berbicara tentang kolek Nama Kolek (kolak) pada hakikatnya berasal dari nama Khalik yang artinya Pencipta langit dan bumi Tuhan semesta alam Alloh SWT. Apa kaitannya kolak dan Khalik ? Ulama pada masa itu memang banyak menggunakan istilah-istilah yang mudah dimengeti dengan harapan ajaran Islam mudah dipahami oleh masyarakat.

Menggunakan kolak untuk media mendekatkan dengan sang Pencipta adalah sebuah perumpamaan. Untuk membuat kolak saat itu bahan yang digunakan adalah tela pendem alias ubi dan pisang kepok. Tela pendem ( ketela yang ditanam atau dikubur ) dan pisang kepok( pisang kapok ). Penjelasannya adalah kita harus mengubur dalam-dalam kesalahan yang kita perbuat dan kita harus tobat atau kapok dan tidak mengulangi perbuatan buruk tersebut alias tobat nasuha sehingga kita bisa mendekatkan diri kita kepada sang Khalik yang diumpamakan tela pendem dan pisang kapok yang dicampur dengan bahan-bahan lain sehingga menjadi kolak.



Selain kolek sebagai hidangan pembuka, kita juga bisa minum teh manis sebagai minuman pembuka. Teh manis juga dapat mengembalikan tenaga kita, karena dalam teh manis terdapat kandungan glukosa pada gula. Gula adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga. Kenapa anjuran Nabi kita harus mengkonsumsi makanan ringan disaat berbuka puasa, karena kalau kita sampai kekenyangan dalam berbuka puasa, maka saat taraweh kita akan ngantuk. Pengalaman saya terlalu banyak makan saat berbuka pas sholat tarawih angop terusss (menguap) hehehe.

Hidangan pembuka saat berbuka puasa harus diperhatikan, karena kita berpuasa tujuannya bukan memindahkan jam makan kita, tapi belajar melatih diri menahan hawa nafsu. Baru setelah taraweh kita bisa makan hidangan yang sudah tersedia sesuai kebutuhan perut kita. Semoga Bulan Ramadhan kali ini kita bisa malaksanakannya dengan Hikmat serta bisa memetik sebuah kemenangan yang indah dan manis. AMIN

Artikel ini diikutsertakan dalam acara ADUK PakDhe Cholik

NB : Semua gambar yang tersedia berasal dari Google

My Profil

Foto saya
Saya lahir, tumbuh, menghabiskan masa ABG di Jember dan sekarang saya mengais rejeki dengan menjadi seorang buruh di sebuah perkebunan di Banyuwangi. Motto dalam hidup saya "Jadikan Hidup Kamu Hari ini Lebih Baik Dari Hari Kemarin"

Post. Terbaru

Followers