Penulis Tamu By : Ana Masyitoh


Tanggal 17 Juli 2012 Cak Sop (panggilan akrab saya pada Kang Sofyan), meminta saya untuk mengisi blognya, maaf kalo telat beberapa hari, haha, dan menurut saya ini adalah sebuah pemaksaan, karena saya tidak pernah sama sekali terjun dalam dunia tulis menulis, hanya saja saya sering menuliskan luapan hati saya pada secarik kertas yang ada di hadapan saya (sak onoke kertas) dengan pena yang selalu saya bawa. Dan itu hanyalah sebagai pelega hati saja, agar diri ini dapat berbagi kebahagiaan dan kesusahan walaupun pada secarik kertas. Dan sekarang saya bingung apa yang harus saya tulis untuk Cak Sop ini??? Mau saya beri puisi, saya harus minta balesan puisi juga, tapi sayangnya dia nggak bisa nulis puisi, hehehe (maaf ya buka kartu^^), mau nulis pantun cinta, gak usah pantun cinta pun dia sudah bisa merangkai pantun dari kisah cintanya sendiri, mau cerita cinta, ambo tak ada kisah cinta yang mau ambo ceritakan, mak bingung yeeh???


Setelah saya pikir-pikir, dari mentah hingga setengah matang, sampai matang pun saya belum menemukan ide, hingga akhirnya saya teringat seseorang yang membuat saya menjadi akrab dengan Cak Sop, dan membuat saya menceritakan bagaimana saya bisa menjadi saudara yang akrab dengannya.

Awal mula kisah ini berawal dari pasangan suami istri yang beliau adalah mbah-mbah kami, sebut saja mbah Tarmi, kami lebih suka memanggil beliau Mbah Mi. Dari pasangan suami istri tersebut, lahirlah 5 orang putra, dan dari 5 orang putra lahirlah banyak cucu dan cicit (maaf, kelamaan kalo dihitung). Saya dan Cak Sop adalah cucu dari mbah Mi, Cak Sop adalah putra dari mbak ayah saya, ya bisa di bilang kami ini misanan atau sepaha. Saya nggak tahu masa kecilnya dia, masa remaja juga nggak tahu, dia sekolah dimana aja saya juga nggak tahu, wkwkwk. Maklum rumah kami berjauhan, dan kami dulu jarang sekali bertemu kalo nggak pas lebaran. Yang saya tahu dia adalah Cak Sop, putranya dhe in, yang KuTiLang(peace Cak…!!!^^v)

Dan karena teknologi yang semakin maju, kami jadi sering bertemu di dalam pesan singkat hp, telfon, dan di dunia maya melalui jejaring social facebook, ketika saya pertama kali masuk universitas, dan dia adalah sepupu saya yang paling sering sms, saya tanggapi saja, karena pada saat itu saya sedang kehilangan sosok Mas yang perhatian, hihihi…

Seneng sih iya, karena ada kakak yang merhatiin, tapi kalo udah sibuk di smsin mulu, saya jadi sebel. Dia sering cerita mengenai suka dukanya hidup di Banyuwangi yang hingga saat ini menjadi tempat kerjanya, apa saja yang terjadi dengan saudara-saudara saya yang ada nun jauh disana, suka pamer kalo seneng, berbagi ilmu, Curahan hati (Jiah), ..… (apalagi ya???).

Hingga suatu hari, saya dan cak sop bertukaran hp selama 2 bulan, selanjutnya(Silahkan lihat posting Uminya Cak Sop), ya itulah kisah hasil dari pemikiran saya yang buntu, maaf kalo ada kata-kata yang menyakitkan hati para pecinta blog, maaf kalo ini tidak layak untuk di posting karena tulisan ini sebenarnya tidak untuk diposting, terima kasih kepada cak sop yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk corat-coret dinding rumah blognya, dan terima kasih kepada yang mau membaca meskipun dalam pikiran anda semua berpikiran “Gariing banget kayak kripik” tapi anda tetap membacanya dengan hati yang sabar dan lapang.

Pesen saya buat Cak Sop, tunjukkan rasa sayang anda pada Emak, Bapak, dan Yu, rasa sayang yang membuat sampean di sayang kembali oleh mereka, bukan ditakuti atau disegani oleh mereka, jangan pernah menyakiti hati siapapun terutama wanita, ingat bila wanita beraksi dunia hancur, haha, tapi jika disakiti wanita, seng sabar ae, sabar-sabar terus sampek entek sabare,lek wes entek up grade sabar neh, jangan pernah berpikiran bahwa sabar ada batasnya!!!okok.

NB : Matur nuwun Nduk sudah mau bercerita disini, semoga semua pesan yang kamu sampaikan aku bisa melaksanakan.

23 komentar:

  1. Keakraban dalam keluarga memang menghangatkan ya Kang...

    Tulisannya bagus kok mbak... Kripik garing khan enak... yang melempem itu yang ngga enak... hehehe...

    BalasHapus
  2. ungkapan jujur seorang saudara weqweqweq

    salam kenal ya Ana ;-)

    BalasHapus
  3. Subhanallah ya..terimakasih juga buat nduk ana yang telah menjadi jembatan atas hijab-Nya,meskipun secara g sengaja, namun hasilnya luar biasa kwkwkwkwkw...

    BalasHapus
  4. sepupu yaa ini berarti om sop, weh weh bahasanya kyak om sop, wakakka :D

    Om sop di up grade sabarnya, guyu bacanya :D

    BalasHapus
  5. Aihihihii. .
    Sepaha sama Om Sop?
    Untuk tidak se tangan ya? :)

    Saudara memang seperti itu, banyak suka dukanya tetapi ketika mau diungkapkan jadi "cling" ilang. . . :)

    BalasHapus
  6. Aihihihii. .
    Sepaha sama Om Sop?
    Untuk tidak se tangan ya? :)

    Saudara memang seperti itu, banyak suka dukanya tetapi ketika mau diungkapkan jadi "cling" ilang. . . :)

    BalasHapus
  7. pakai jurus apa si Sop berhasil memaksa menulis di blog he..he...
    tapi bagus kok...
    daripada cuma di kertas sak onoke ...
    ayo paksa juga buat blog deh Sop he..he..

    BalasHapus
  8. Sesama cucunya Mbah Mi harus rukun ya, hehe..

    Waaah, tulisannya enak dibaca kok. Saya suka. Salam kenal ya Mbak Ana :)

    BalasHapus
  9. setelah berhasil memaksa menulis di sini,selanjutnya memaksa membuat blog sendiri :)

    BalasHapus
  10. Waaah, serunya sama sodara ya. Tulisannya asyik, pengen baca lagi donk :)

    BalasHapus
  11. Sik Cak, sing nulis itu Sepupune sampean semua secara utuh, ato udah sampean edit ?
    Kalo asli coretan Sepupunya, maka Beliau sudah layak menjadi seorang blogger, karena tulisannya enak dibaca. Ayo kasih semangat biar ngeblog. Kirim esemses teruuuusss.
    Sugeng Shaum nggih Kang, fastabiqu khairat

    BalasHapus
  12. Walau paragraf terakhir ditujukan kepada Kang Sofyan, tapi saya juga ikut menyimak dan insya Allah akan mengingatnya, bahwa jangan saling menyakiti, apapun jenis kelaimnnya, dan sabar itu sebenarnya tak berbatas, hanya keterbatasan kemampuan kita yang sering membuat kita membatasi kesabaran.

    Meski biasanya hanya nulis di kertas, tapi enak dibaca, mengalir kok, nda garing, kok Mbak.

    BalasHapus
  13. hihi, begini ya cerita persahabatan cak sop dengan para penulis tamu di blognya

    salam

    BalasHapus
  14. halo, coba cek postingan di blogku hari ini. ada pengumuman penting mengenai kuis ya. makasih.

    BalasHapus
  15. halo, coba cek postingan di blogku hari ini. ada pengumuman penting mengenai kuis ya. makasih.

    BalasHapus
  16. salam kenal ana.. suka deh sm kalimatnya"bila wanita beraksi dunia hancur"... Hehehe..

    BalasHapus
  17. Kang Sofyan kreatif juga nih cari bahan untuk ngisi blog. Ngandalin saudara yg suka nulis..Hm, layak di contoh..:)

    BalasHapus
  18. Sebuah cara mendokumentasikan ungkapan saudara melalui tulisan di sebuah blog, hmmm... asyik neh; semoga semakin terjalin silaturahim dengan baik dan bisa menginspirasi para blogger yang lain. Begitu ya, Kang Sofyan.

    BalasHapus
  19. penulis tamunya cantik sekali :)

    BalasHapus
  20. Terima kasih buat semua temen2 cak sop, semoga harapan2 yang ditujukan pada saya bisa saya realisasikan:)

    #Penulis Amatir "Ana Masyithoh"

    BalasHapus

My Profil

Foto saya
Saya lahir, tumbuh, menghabiskan masa ABG di Jember dan sekarang saya mengais rejeki dengan menjadi seorang buruh di sebuah perkebunan di Banyuwangi. Motto dalam hidup saya "Jadikan Hidup Kamu Hari ini Lebih Baik Dari Hari Kemarin"

Post. Terbaru

Followers